<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31946">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENEGAKAN HUKUM PELANGGARAN KODE ETIK OLEH HAKIM  MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PROSES BERACARA DI  MAHKAMAH KONSTITUSI  (Studi Kasus:]]></title>
<subTitle><![CDATA[Putusan No.02&#47;MKMK&#47;L&#47;11&#47;2023)]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADI HARYANTO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Simplexius Asa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>A Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>A Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Reny Rebeka Masu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Simplexius Asa, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Peradilan yang melakukan pelanggaran terjadi hampir di seluruh tingkat 
lembaga peradilan bahkan sampai kepada lembaga kehakiman yang memiliki 
kekuasaan putusan bersifat final and binding seperti Mahkamah Konstitusi. Dengan 
berpedoman kepada UUD 1945 setelah Amandemen, dalam Pasal 1 ayat (3) 
GLVHEXWNDQEDKZD³1HJDUD,QGRQHVLDDGDODKQHJDUD+XNXP´3DVDOD\DW88'
1945 tersebut menegaskan bahwasanya Indonesia merupakan negara yang 
berdasarkan hukum yang memiliki prinsip. Diantaranya, memiliki prinsip peradilan 
yang bebas dan tidak memihak serta lepas dari pengaruh kekuasaan lain. Rumusan 
masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana 
kewenangan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga penegak 
kode etik Hakim di Mahkamah Konstitusi? Dan (2) Bagaimana penegakan hukum 
pelanggaran kode eti Hakim di Mahkamah Konstitusi?. Adapun tujuan penelitian 
ini adalah untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum atas pelanggaran kode 
etik hakim di Mahkamah Konstitusi serta untuk mengetahui kewenangan MKMK.
Tipe penelitian ini menggunakan metode Penelitian Hukum Normatif 
dengan pendekatan studi kasus hukum dikarenakan adanya konflik kepentingan 
sehingga akan melibatkan campur tangan pengadilan untuk dapat memberikan 
keputusan penyelesaian. Sumber penelitian yang digunakan berupa data sekunder. 
Pendekatan yang adalah analisis data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur 
dengan angka secara langsung. Dengan demikian, setelah data sekunder berupa 
dokumen diperoleh lengkap, selanjutnya dianalisis dengan peraturan yang 
barkaitan dengan masalah yang diteliti.
Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kewenangan 
Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga penegak kode etik 
Hakim di Mahkamah Konstitusi dan bagaimana penegakan hukum pelanggaran 
kode etik hakim di Mahkamah Konstitusi. Hasil penelitian ini, diketahui apabila 
terjadi pelanggaran kode etik yang dilakukan Hakim Mahkmah Konstitusi maka 
akan ditegakkan oleh Dewan Etik dan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi. 
Dewan Etik Hakim Mahkamh Konstitusi berperan Mengawasi pelanggaran kode 
etik hakim berdasarkan kepada PMK No.2 Tahun 2013, sedangkan Majelis 
Kehormatan Mahkamah Konstitusi berperan mengadila pelanggaran kode etik 
hakim Mahkamah Konstitusi yang bersifat berat yang berpedoman kepada PMK 
No. 1 Tahun 2023.
Kata kunci: Penegakan Hukum Pelanggaran Kode Etik Hakim Mahkamah 
Konstitusi</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010326]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250318]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Har P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Tata_negara-6.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[31946]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-24 12:53:20]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-24 15:16:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>