<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31985">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERAN KEJAKSAAN DALAM PENENTUAN HAK RESTITUSI KORBAN  TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG ( Studi Putusan Nomor 27&#47;Pid.sus&#47;2019&#47;PN.Kpg)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Agatha Melinda Soebesky Uras</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSALIND ANGEL FANGGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Orpa G. Manuain, S.H., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa G. Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi harkat dan martabat 
manusia serta menjamin kesejahteraan tiap-tiap warga negaranya, termasuk 
menjamin Hak Asasi Manusia. Setiap orang sebagai makhluk Tuhan Yang Maha 
Esa memiliki hak-hak asasi sesuai dengan kemuliaan harkat dan martabatnya yang 
dilindungi oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, 
setiap orang, dalam kenyataannya masih banyak terjadi penyimpangan atau 
penyelewengan terhadap hukum dan sekaligus mencederai martabat manusia. 
Salah satunya adalah masalah perdagangan orang.Undang-undang yang mengatur 
tentang tindak pidana ini ialah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang 
pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Rumusan masalah dari 
penelitian ini adalah : (1). Bagaimana eksistensi hak restitusi korban Tindak 
Pidana Perdagangan Orang? (2). Bagaimanakah peran kejaksaan dalam penentuan 
Hak Restitusi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang?
 Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dan penelitian hukum 
empiris. Penelitian ini berfokus pada Peran Kejaksaan dalam Menentukan Hak 
Restitusi atas Tindak Pidana Perdagangan Orang. Pendekatan yang digunakan 
dalam penelitian ini adalah pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan bahan 
hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. 
 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Adanya restitusi tertuang dalam 
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang, Pasal 4 
Perma No. 1 Tahun 2022, dan tertuang dalam KUHAP. (2) Peran kejaksaan dalam 
menentukan hak restitusi bagi korban tindak pidana perdagangan orang adalah 
dengan menyampaikan informasi kepada korban tentang hak-haknya dalam 
mengajukan permohonan restitusi ke pengadilan.
 Adapun kesimpulan dan saran dari penulis bahwa Kepada para penegak 
hukum khususnya Jaksa Penuntut Umum sebaiknya diberikan sosialisasi atau 
diklat mengenai UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana 
Perdagangan Orang khususnya pemberian restitusi, agar terdapat kesamaan 
persepsi dalam penanganan perkara tindak pidana perdagangan orang.
Kata Kunci: Hak Restitusi, Perdagangan Orang, Peran Kejaksaan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010061]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250326]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Ura P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="33683" url="" path="/74201-S1-2002010061-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PERAN KEJAKSAAN DALAM PENENTUAN HAK RESTITUSI KORBAN  TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG ( Studi Putusan Nomor 27/Pid.sus/2019/PN.Kpg)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[31985]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-24 18:20:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-25 11:10:00]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>