<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31992">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERLINDUNGAN HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL  KOMUNAL PEHERE JARA PADA MASYARAKAT SABU LIAE]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ananda Natasya Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Orpa J Nubatonis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Chatryen M Dju Bire</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yossie M. Y. Jacob, SH. M. Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Orpa J. Nubatonis, S.H., M. Hum.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Chatryen M Dju Bire</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Komunal Pehere Jara pada Masyarakat Sabu Liae, yang terletak di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi efektivitas perlindungan hukum yang ada, tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melindungi hak-hak kekayaan intelektual mereka, serta upaya kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan perlindungan terhadap ekspresi budaya tradisional ini. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum empiris, yang melibatkan wawancara dengan berbagai pihak, termasuk tokoh adat, masyarakat, dan pejabat pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pehere Jara merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sabu Liae, perlindungan hukum yang ada masih sangat lemah. Banyak anggota masyarakat yang tidak memahami pentingnya Hak Kekayaan Intelektual, dan hanya sebagian kecil yang tahu tentang prosedur pendaftaran yang diperlukan untuk mendapatkan perlindungan hukum. Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa 80% responden menyatakan keinginan untuk mendapatkan perlindungan hukum untuk Pehere Jara. Namun, mereka juga mengungkapkan kesulitan dalam melalui proses pendaftaran yang dianggap rumit dan memakan waktu. Selain itu, kurangnya dukungan dan sosialisasi dari pemerintah mengenai pentingnya perlindungan hukum menjadi salah satu faktor penghambat. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah melakukan penyederhanaan prosedur pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap budaya mereka. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Pehere Jara dapat terlindungi dan dilestarikan, sehingga keberadaan budaya ini tetap terjaga dan menjadi bagian integral dari identitas masyarakat Sabu Liae di masa depan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan perlindungan budaya lokal dan hak kekayaan intelektual di Indonesia secara umum.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum; Hak Kekayaan Intelektual; Kekayaan Intelektual Komunal; Pehere Jara</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010009]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250327]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Man P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Tata_negara-6.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[31992]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-24 20:11:19]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-29 10:18:16]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>