<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3210">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tradisi Sarang Aluli Dalam Masyarakat Kolana Di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ERNI YUSINTA KARIBANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I GEDE WAYAN WISNUWARDANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>I GEDE WAYAN WISNUWARDANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 56 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan latar Latar belakang adanya sarang Aluli, tata cara pelaksanaan tradisi Sarang Aluli dan  makna dari tradisi Sarang Aluli terhadap masyarakat Kolana di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Lokasi penelitian adalah dilaksanakan di Kelurahan Kolana, Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara Snowball Sampling. Sumber data penelitian ini yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif pendekatan kualilatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tradisi Sarang Aluli dilaksanakan karena alasan bahwa ada orang-orang yang bukan satu garis keturunan yang mengklaim diri mereka sebagai bagian dari satu garis lurus keturunan Raja sehingga ketika salah satu keluarga kerajaan meninggal dilaksanakan tradisi sarang Aluli. (2) Proses pelaksanaan tradisi ini, ada 3 tahap yang dilakukan (a) Tahap persiapan, setelah mendengar berita duka maka om/paman bersama keluarga menyiapkan barang persembahan tradisi sarang aluli : sarung/selimut adat, tikar anyaman, sabun, padi satu karung, dan babin (pei). (b) Tahap Pelaksanaan, dalam proses pelaksanaan sarang aluli, om/paman dan keluarga akan mengantar barang-barang persembahan yang telah disiapkan kerumah duka dan melanggsungkan ritual tradisi sarang aluli dengan syair adat. (c) Tahap akhir, keluarga duka membahas tentang balasan sebagai ucapan terima kasih kepada om/paman. (3) makna dari tradisi ini adalah penghormatan, kepedulian, persaudaraan, dan kasih sayang dari om/paman kepada orang yang telah meninggal (orang dewasa). Setiap simbol-simbol memilik makna tersendiri, diantaranya (1) selimut atau sarung tenun satu lembar  memiliki makna simbolik sebagai cinta kasih yang terakhir dari saudara laki-laki untuk almahrum/almahrum agar bisa dipakai ketika merasa kedinginan dialam yang baru, (2) Sabun memiliki makna simbolik sebagai alat untuk membersihkan diri, (3) tikar anyaman satu lembar memiliki makna simbolik sebagai lambang kesederhaan dari kelurga, (4) padi satu karung, dan (5) satu ekor babi memiliki makna simbolik sebagai lambang kebersamaan, kekeluargaan dan rasa memiliki untuk keluarga yang berduka dari om/paman.

Kata Kunci: Tradisi Sarang Aluli, Masyarakat Kolana, Nilai</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1601090128]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211025]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 ANA S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4493" url="" path="/87201-S1-1601090128-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Tradisi Sarang Aluli Dalam Masyarakat Kolana Di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1601090128-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3210]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-29 10:13:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-29 19:59:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>