<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3228">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pemiskinan Koruptor Sebagai Ius Contituendum Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nelson A. Tahik</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PIUS BERE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[XI + 96 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah pokok dalam penelitian ini berupa apakah konsep pemiskinan terhadap koruptor dapat dijadikan sebagai perwujudan pemberantasan korupsi? Dan bagaimana formulasi norma sanksi pidana pemiskinan sebagai ius constituendun?. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian hukum normatif. Yakni penelitian terhadap asas-asas hukum, norma-norma hukum, dan kaidah-kaidah hukum positif yang relevan dengan masalah pokok yang akan dikaji. 
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemiskinan koruptor sebagai ius contituendum sebagai upaya memberantas korupsi merupakan impian dalam memerangsi pelaku. Sebab pelaku korupsi sudah tidak layak untuk memperoleh sanksi seperti pejara atau kurungan. Sebab sudah seharusnya diberantas dengan cara yang luar biasa, karena korupsi telah menyengsarakan rakyat, menghambat segala pembangunan, baik pembangunan fisik dan non fisik. Pada dasarnya faktor pemicu seseorang melakukan tindak pidana korupsi merupakan keserakahan. Aparat penegak hukum harus kejar  pelaku  korupsi untuk ambil kekayaannya, dan sesungguhnya pelaku korupsi takut akan kemiskinan.
Hasil penelitian penulis menjelaskan bahwa pemiskinan yang dimaksud bukanlah merupakan pemiskinan yang absolute, melainkan pemiskinan yang diperhitungkan secara matang. Sanksi pemiskinan yang dimaksudkan berupa penyitaan, penyitaan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Penyitaan disertai dengan penghitungan kerugian yang dialami Negara. Tentu hal tersebut guna mengefektikan berbagai ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan penanganan dan pemeberantasan korupsi.
Kendatipun demikian masih terdapat pro dan kontra terhadap pemberian sanksi pemiskinan sebagai wujud landasan filosofis, sosiologis dan yuridis formal namun pemiskinan itu secara spesifik meliputi pemiskinan diartikan dengan penyitaan, penyitaan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, penyitaan disertai dengan penghitungan kerugian yang dialami Negara. Sementara norma sanksi lebih kepada memberikan efek jerah bagi calon pelaku sebab pelaku secara norma berlaku seumur hidupnya. Bahkan kelurganya terseret dalam sanksi sosial.
Kata Kunci : Pemiskinan, Ius Constituendum, Pemberantasan Korupsi.</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1511040052]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20190628]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 TAH P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4516" url="" path="/1511040010-Nelson A. Tahik-TESIS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Pemiskinan Koruptor Sebagai Ius Contituendum Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4518" url="" path="/Lembar  Pengesahan Nelson Tahik (1).jpg" mimetype="image/jpeg"><![CDATA[Lembar Pengesahan, 28 Juni 2021]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Tesis_Ilmu_Hukum.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3228]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-29 13:45:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-31 11:39:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>