<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32303">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kearifan Lokal Sistem Pembagian Lahan Lodok Dalam Kawasan Lingko Di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Sebagai Sumber Belajar Geografi Budaya]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA PROTENSIA MBARE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad H. Hasan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUKMAWATI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Mikael Samin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Muhammad Husain Hasan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sukmawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 100 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Potensi Kearifan lokal sistem pembagian lahan sawah Lodok Lingko adalah sistem pembagian lahan yang unik yang menyerupai jaring laba-laba. Penelitian ini mengkaji tentang budaya dan tradisi pembagian lahan masyarakat Desa Meler yang diwariskan turun temurun dari leluhur. Fakta yang terjadi di lingkungan masyarakat dan pendidikan saat ini bahwa pengetahuan mengenai nilai kearifan lokal sudah mengalami penurunan. Maka perlu untuk mengembangkan kearifan lokal daerah setempat yang mempunyai banyak nilai-nilai yang bisa dilestarikan dan dijadikan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Potensi sistem pembagian lahan Lodok Lingko dan nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal sawah Lodok  yang akan dijadikan sebagai sumber belajar dalam Geografi Budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sawah Lodok terbentuk dari interaksi antara manusia dan lingkungannya. terdapat beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam sistem pembagian lahan lodok dalam kawasan lingko, Nilai interaksi keruangan, nilai adaptasi, nilai gotong royong, nilai kekeluargaan dan persaudaraan, nilai persatuan dan kesatuan, nilai tanggung jawab, nilai keadilan, nilai keselarasan, nilai keseimbangan lingkungan dan nilai religi. Melalui Nilai-nilai kearifan lokal ini pengajar dapat mengimplementasikan tradisi sistem pembagian lahan ini sebagai sumber belajar untuk memperkaya pengetahuan dan menambah wawasan mengenai geografi budaya dan harus ada perubahan agar dapat lebih menarik minat mahasiswa dalam mempelajari Geografi Budaya. Selain itu agar kearifan lokal tetap terjaga eksistensinya sehingga generasi mendatang tetap mengenal tradisi kearifan lokal daerah setempat. 

Kata kunci: Kearifan lokal, sawah lodok, sumber belajar</note>
<classification><![CDATA[872.02]]></classification><ministry><![CDATA[87202]]></ministry><studentID><![CDATA[2101100069]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250321]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Geografi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.02 MBA K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-geografi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[32303]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-29 16:21:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-30 09:39:41]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>