<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32332">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tradisi Makan Rengki Dalam Upacara Kematian pada Masyarakat Leworook di Desa Leraboleng Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Alexander Tolek Hayon</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FLAFIUS SELFIANUS RATO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANDREAS ANDE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Andreas Ande</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susilo Setyo Utomo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FLAFIUS SELFIANUS RATO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[SKRIPSI]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 60 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian dengan judul Tradisi makan Rengki dalam upacara kematian pada 
masyarakat Leworook di Desa Leraboleng Kecamatan Titehena Kabupaten Flores 
Timur. Terdapat rumusan masalah, 1) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi makan 
Rengki dalam upacara kematian pada masyarakat Leworook, 2) bagaimana Peran 
Belake dalam tradisi makan Rengki dalam upacara kematian pada masyarakat 
Leworook. Dengan tujuan penelitian 1) Untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi 
makan Rengki dalam upacara kematian pada masyarakat Leworook, 2) untuk 
mengetahui Peran Belake dalam tradisi makan Rengki dalam upacara kematian pada 
masyarakat Leworook. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Leraboleng, Kecamatan 
Titehena, Kabupaten Flores Timur. Teknik penentuan informan, yaitu Snowball 
Sampling. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik 
pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumen. 
Teknik analisis data yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini 
menunjukan bahwa 1) pelaksanaan tradisi makan rengki ini dibagi dalam kelompok 
umur yang mana kelompok umur yang masih muda 50-69 tahun, maka tradisi makan 
rengki dibagi menjadi dua yaitu rengki untuk belake dan rengki untuk anak dari orang 
yang meninggal, dan jika orang yang meninggal tersebut berumur 70 keatas rengki 
dibagi menjadi tiga yaitu rengki untuk belake, rengki untuk anak dari orang yang 
meninggal dan rengki untuk anak sulung dari orang yang meninggal. Sebelum 
melakukan kegiatan makan rengki ada syair adat yang diucapkan. 2) peran belake 
sangat penting dalam tradisi makan rengki karena tanpa kehadiran dari pihak belakae 
maka upacara adat makan rengki ini tidak dapat berjalan dengan baik, persepsi 
masyarakat terhadap tradisi makan rengki merupakan sebuah bagian dari keharusan 
karena ini merupakan sebuah bentuk penghormatan keluarga orang mati kepada 
almahrum dan kepada para belake. jika seorang belake tidak menghadiri upacara ini 
maka makanan adat untuk orang yang meninggal tidak ada dan hal ini akan diwariskan 
kepada turunannya dan kehidupan keluarga tersebut akan mengalami kesialan. 
Kata Kunci: Tradisi; Rengki; Peran; Belake.</note>
<classification><![CDATA[872.05]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[2001090062]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250430]]></identifier><departementID><![CDATA[pendidikan sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 kue s]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[32332]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-30 07:53:00]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-30 12:53:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>