<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32391">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Proses Ganti Rugi Lahan Bendungan Temef Kabupaten Timor Tengah Selatan Ditinjau Dari Undang-Undang No 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANDRYAN SAMUEL MANAFE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HUSNI KUSUMA DINATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSSIE MARIA YULIANTY YACOB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Husni Kusuma Dinata</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Juliana Nubatonis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yossie Maria Yulianty Yacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 90 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Praktik pengadaan tanah untuk kepentingan umum khususnya pembangunan Bendungan Temef selama ini telah menimbulkan permasalahan antara pemerintah dengan masyarakat terutama dalam hal pengadaan tanah. Mulai dari ganti rugi tanah yang telah dibebaskan dan waktu pengadaan tanah atau relokasi masyarakat. Pelaksanaan pengadaan tanah dilakukan dengan mempertimbangkan peran dan fungsi tanah dalam kehidupan manusia serta asas penghormatan terhadap hak-hak yang sah atas tanah. Pelaksanaan pengadaan tanah untuk kepentingan umum sering mengalami kendala dan tantangan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Proses Ganti Rugi Tanah Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum? (2) Apa saja Faktor Penghambat Proses Ganti Rugi Tanah Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum?
Penelitian ini merupakan penilitian Yuridis Empiris yaitu penelitian hukum yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku dan apa yang terjadi dalam kenyataan di masyarakat atau penelitian yang dilakukan terhadap keadaan sebenarnya.
Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa :
1.Proses Ganti Rugi Lahan Bendungan Temef: Berdasarkan penelitian, pelaksanaan ganti rugi lahan untuk pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, pada proses Ganti rugi mempunyai beberapa tahapan yaitu,tahap perencanaan,persiapan,pelaksaan,penyerahan hasil,pada tahap pelaksaan penilaian terhadap nilai Ganti rugi tersebut Masyarakat ada yang puas dan tidak puas karena nilai jual yang ditawarkan oleh pemerintah di bawah nilai yang seharusnya karena beberapa lahan tersebut digunakan sebagai lahan produktif.
2. Faktor Penghambat Utama: Faktor utama yang menghambat kelancaran proses ganti rugi meliputi ketidakpuasan terhadap penilaian lahan yang di tawarkan karena pada saat pemerintah melakukan sosialisasi beberapa pemilik lahan ada yang tidak menghadiri sosialiasi tersebut mengenai Ganti rugi,manfaat proyek kedepan ,ada juga konflik kepentingan antara pemerintah dan Masyarakat.

Kata kunci: Ganti Rugi Lahan Bendungan Temef</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010340]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250327]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 MAN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[32391]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-30 16:57:10]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-05-02 10:39:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>