<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32484">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI NILAI BUDAYA DALAM UPACARA ADAT NGGUA PADA MASYARAKAT WOLOGAI, KABUPATEN ENDE]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Angelina Vebiyanti Daro</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Prof. Dr. Aloysius Lilweri, MS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Felisianus Efrem Jelahut , S.Fil, M.I.Kom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Hotlif A. Nope, S. Sos, MA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Prof. Dr. Aloysius Lilweri, MS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Felisianus E. Jelahut, S.Fil., M.I.Kom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIV + 115 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Nggua merupakan seremoni adat yang yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia dengan dirinya demi kesejahteraan hidup dan hubungan dengan alam dan sang pencipta sebagai ucapan rasa syukur seusai panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam upacara adat Nggua pada masyarakat Wologai, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Upacara Nggua merupakan ritual syukuran atas hasil panen yang melimpah dan memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori interaksional ritual Randall Collins digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami bagaimana upacara Nggua menciptakan solidaritas sosial, identitas budaya, dan pengalaman emosional kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Nggua melibatkan elemen-elemen kunci seperti kehadiran fisik, batasan terhadap orang luar, fokus perhatian bersama, suasana hati bersama, simbol bersama, dan nilai yang dibagi. Kehadiran fisik seluruh lapisan masyarakat dalam upacara ini memperkuat ikatan sosial dan solidaritas. Batasan terhadap orang luar menjaga kesakralan ritual, sementara fokus perhatian bersama dan suasana hati bersama menciptakan pengalaman kolektif yang intens. Simbol-simbol seperti Keda, Kanga, Tubu Musu, dan Sa'o Suku menjadi pusat perhatian dan memperkuat identitas budaya masyarakat. Nilai-nilai seperti penghormatan kepada leluhur, menjaga harmoni dengan alam, dan melestarikan budaya menjadi dasar bagi interaksi sosial dalam upacara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upacara adat Nggua tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengajarkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Upacara ini memperkuat ikatan sosial, solidaritas, dan identitas budaya masyarakat Wologai. 
Kata Kunci: Upacara Adat Nggua, Nilai Budaya, Masyarakat Wologai, Teori Interaksional Ritual, Randall Collins.</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[2103050111]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250429]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Dar I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Gambar_WhatsApp_2025-05-05_pukul_13.21.02_980b233c.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[32484]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-05-05 13:43:35]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-05-05 14:18:01]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>