<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32519">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TRADISI PEMBERIAN BELIS GADING GAJAH DALAM  PERKAWINAN ADAT ETNIS LAMAHOLOT DI KELURAHAN PANTAI  BESAR KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES REDA LANGODAY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO - 196704021994031003</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fransina  A. Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Djakariah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 76 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian dengan judul tradisi pemberian belis gading gajah dalam perkawinan 
adat etnis lamaholot di Kelurahan Pantai Besar. Masalah dalam penelitian ini : 
1).Bagaimana proses pelaksanaan tradisi pemberian belis gading gajah dalam 
perkawinan adat etnis Lamaholot di Kelurahan Pantai Besar. 2) Apa makna 
pemberian belis gading gajah dalam perkawinan adat etnis Lamaholot di 
Kelurahan Pantai Besar. 3) Apa saja hambatan – hambatan dalam proses 
pemberian belis gading gajah dalam perkawinan adat etnis Lamaholot di 
Kelurahan Pantai Besar. Tujuan penelitian ini 1).Untuk mengetahui proses 
pelaksanaan tradisi pemberian belis dan perkawinan adat masyarakat Lamaholot. 
2).Untuk mengetahui makna pemberian belis gading gajah dalam perkawinan. 
3).Untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam proses pemberian belis gading 
gajah dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan dalam perkawinan adat 
Lamaholot di Kelurahan Pantai Besar. Teknik penentuan informan dengan cara 
Snowball Sampling. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan 
sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara 
dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif 
kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) ada lima tahapan dalam proses 
pemberian belis gading gajah pada masyarakat Lamaholot yaitu: anji kelang, toka 
tanya,kaju mentu,mahanta sirih dan upacara pembersihan diri dan mencuci
rambut simempelai wanita. Masyarakat Lamaholot masih mempertahankan tradisi 
pemberian belis gading gajah dalam perkawinan. 2) Makna gading gajah bagi 
masyarakat Lamaholot di maknai sebagai pelindung kehormatan harga diri gadis 
Lamahalot dan sebagai simbol kekuatan,ketangguhan,keperkasaan dan kebesaran, 
agar laki-laki juga mengetahui sulit mendapatkan seoorang gadis Lamaholot. 3) 
Hambatan dalam pemberian belis gading gajah, karena gading sulit didapatkan 
oleh masyarakat Lamaholot, faktor ekonomi dan status sosial dari kedua
mempelai juga menjadi penghambat dalam proses pemberian belis gading gajah.
Kata Kunci : Makna, Kebudayaan, Belis Gading gajah</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1901090070]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250312]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Lan T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[32519]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-05-07 18:24:41]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-05-08 15:44:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>