<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32688">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KESADARAN HUKUM PENGUSAHA TAHU DALAM PENGELOLAAN  AIR LIMBAH TAHU DI KOTA KUPANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Henderika Arta Korin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JIMMY PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSALIND ANGEL FANGGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Deddy R Ch Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Akibat pembuangan air limbah tahu ke sungai dari pabrik tahu menyebabkan 
terganggunya ekosistem yang ada di sungai, Terciumnya bau hasil proses 
pembuatan tahu menunjukkan sistem pengolahan air limbah yang kurang 
sempurna. Banyak warga Kota Kupang yang mengaku terganggu dengan bau 
yang dihasilkan dari limbah cair pabrik tahu. Berdasarkan keluhan warga yang 
tinggal di sekitar pabirk tahu tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan para 
pekerja maupun pengusaha tahu dalam mengolah limbah tahu terhadap 
lingkungan masih rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian 
yuridis empiris dengan rumusan masalah yakni: (1) Bagaimana kesadaran hukum 
pengusaha tahu dalam pengelolaan air limbah tahu di Kota Kupang? (2) 
Bagaimana upaya dalam meningkatkan kesadaran hukum pengusaha tahu dalam 
pengelolaan air limbah tahu di Kota Kupang.? 
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Para pengusaha tahu di Kota 
Kupang dapat dikategorikan sebagai tidak sadar hukum, hal ini dapat dilihat dari 
tidak adanya pengetahuan dan pemahaman hukum mengenai UU No.32 Tahun 
2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 59 ayat (1), 
pasal 103 dan pasal 106 yang dimiliki para pengusaha tahu ini. Karena pada 
dasarnya para pengusaha tahu sama sekali tidak mengetahui tentang aturan-aturan 
hukum yang berlaku,walaupun dua diantaranya telah melakukan pengelolaan 
limbah dengan benar namun tanpa adanya pengetahuan dan pemahaman hukum 
yang cukup, maka seseorang tidak dapat dikategorikan sebagai orang yang sadar 
hukum. (2) Upaya Dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum Pengusaha Tahu 
Dalam Pengelolaan Air Limbah Tahu yaitu upaya peningkatan kesadaran hukum 
masyarakat pada dasarnya dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dalam bentuk 
tindakan (action) dapat dilakukan berupa tindakan drastis dan pendidikan 
(education) dapat dilakukan baik secara formal maupun nonformal. Peran 
pemerintah juga sangat penting dalam meningkatkan kesadaran hukum para 
pengusaha tahu
Saran yang diajukan meliputi: diharapkan agar pemerintah perlu mengambil 
langkah-langkah proaktif untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah 
dalam mengelola limbah dengan mempertimbangkan faktor ekonomi. Ini bisa 
dilakukan melalui subsidi, insentif pajak, akses teknologi murah, dll.
Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Pengolahan Air Limbah, Limbah Tahu</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010207]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250514]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Kor K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[32688]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-06-13 17:28:17]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-06-16 14:04:14]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>