<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3281">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Hambatan Penegakkan Hukum Terhadap Pelaku Penelantaran Anak Di Kecamatan Sabu Timur Dan Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DANCE KOTA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NIKOLAS MANU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JIMMY PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nikolas Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 53 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hambatan penegak hukum dalam menanggulangi kasus penelantaran anak Di Kecamatan Sabu Timur, dan Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua. Dari hasil penelitian di ketahui bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi penghambat penegakkan hukum terhadap pelaku penelantaran anak yaitu : 1. Masyarakat mempunyai pengaruh yang kuat dalam artian masyarakat tidak memandang penelantaran anak sebagai perbuatan melawan hukum.2: Penegak Hukum merupakan kasus tidak dipreoritaskan dan dianggap sebagai pelanggaran hukum saja bahkan tidak dipandang sebagai tindak pidana ringan (tipiring). 3: Sarana dan fasilitas terbatas sehingga dalam melaksanakan tugas sebagai penegak hukum tidak terlaksana dengan baik.4:Kebudayaan yaitu budaya saling menutupi didalam masyarakat sangat tinggi apalagi menyangkut urusan keluarga atau
pribadi seseorang dikarenakan dapat memicu keributan dan dendaman apabila ikut campur.5: Ekonomi keluarga rendah menjadi faktor dominan yang menyebabkan anakanak terlibat dalam mencari nafkah.6:Pendidikan, orangtua beranggapan bahwa pendidikan bukan lagi suatu hal yang penting.7: Lingkungan social, Peranan dan pengaruh lingkungan tempat tinggal sangat besar bagi perkembangan perilaku dan sikap moral anak. dan 8:Kontrol Sosial,lemahnya kontrol dari pemerintah sehingga terjadi penelantaran anak. Kesimpulan dari penelitian ini ialah Dalam hal penegakan hukum atas penelantaran terhadap anak di Kabupaten Sabu Raijua masih memiliki kendala dalam peran serta masyarakat yaitu masih banyak yang takut untuk melapor kepada pihak yang berwajib karna berbagai alasan salah satunya yaitu kurangnya pemahaman tentang hukum. Saran yang ditawarkan adalah perlu adanya perhatian dari pemerintah dan pihak penegak hukum dalam mengatasi terjadinya tindakan penelantaran anak yang dilakukan oleh orangtua, dan memberikan pengetahuan hukum kepada masyrakat dengan mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlidungan Anak.
Kata Kunci : Penelantaran, Anak, Penegakan Hukum.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1602010341]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210609]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 KOT H]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4692" url="" path="/74201-S1-1602010341-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Hambatan Penegakkan Hukum Terhadap Pelaku Penelantaran Anak Di Kecamatan Sabu Timur Dan Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3281]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-30 20:53:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-11-03 04:30:43]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>