<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32999">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI DEWAN PERWAKILAN  RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2019-2024]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ERMINILDA FEBRIANI ANGKANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RAFAEL R TUPEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERNIMUS RATU UDJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Kotan Y Stefanus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rafael R Tupen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Fungsi legislasi merupakan salah satu fungsi yang dimiliki DPR berdasarkan 
Pasal 20A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 
NRI Tahun 1945). Fungsi ini paling dominan dan berpengaruh, karena dengan 
fungsi ini DPR dapat mempengaruhi semua aspek di Negara Indonesia. Namun
dalam perjalanannya, ternyata fungsi legislasi ini tidak berjalan secara maksimal.
Penilaian kinerja legislasi ini tidak hanya dilihat dari sisi kuantitas produk yang 
dibuat, tapi kualitasnya pun menjadi faktor penting dalam menilai produk legislasi.
Dalam pengamatan awal teliti, Pelaksanaan tugas dan fungsi legislasi Dewan 
Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Periode 2019-2024 tidak berjalan secara 
optimal. Hal ini tentunya disebabkan oleh beberapa faktor. Rumusan masalah 
dalam penelitian ini: (1) Bagaimana pelaksanaan fungsi legislasi DPR RI periode 
2019-2024? (2) Apa saja faktor yang menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi 
legislasi DPR RI periode 2019-2024?
 Peneltian ini akan disusun dengan menggunakan tipe penelitian yuridis 
normative. Tipe Yuridis Normatif merupakan pendekatan yang menggunakan 
konsepsi legis positivis.
 Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: (1) Selama periode 
2019-2024, capaian kinerja legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 
mengalami perubahan di setiap tahunnya. Periode ini ditandai dengan kurang 
optimalnya tugas dan fungsi dari lembaga DPR. Hal ini dapat dilihat dari jumlah 
undang-undang yang tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam 
Prolegnas. Dalam prolegnas jumlah rancangan undang-undang yang ditetapkan 
adalah sebanyak 256 rancangan undang-undang, sedangkan yang disahkan menjadi 
undang-undang hanya sebanyak 63 undang-undang. (2) Dalam pelaksanaan tugas 
dan fungsi legislasi DPR RI periode 2019-2024 mengalami beberapa hambatan 
diantaranya kualitas anggota,sistem dan prosedur pengambilan keputusan yang 
panjang, komposisi partai, serta kurangnya partisipasi masyarakat.
 Penting untuk melakukan peningkatan kapasitas anggota DPR melalui 
pelatihan dan pendidikan secara rutin. Anggota DPR dapat lebih bersikap 
transparan dalam pembentukan undang-undang agar tidak kehilangan kepercayaan 
dari masyarakat yang diwakili.
Mempersingkat mekanisme pembahasan RUU sehingga target yang telah 
ditetapkan dalam tiap tahun sidang dapat terpenuhi. Penting untuk membangun 
dialog dan komunikasi yang baik antar fraksi agar dapat membantu mencapai 
kesepakatan lebih cepat dalam pembahasan RUU.
Kata kunci: Fungsi DPR, Fungsi Legislasi, Faktor Penghambat.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010030]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250526]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Ang P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Tata_negara-6.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[32999]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-06-25 17:19:49]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-06-30 09:01:16]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>