<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33094">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 65&#47;PUU- XXI&#47;2023 PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 7  TAHUN 2017 TERHADAP UNDANG UNDANG DASAR TENTANG  LARANGAN KAMPANYE DI TEMPAT PENDIDIKAN]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FIRMINUS REANDRI YOSENDA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERNIMUS RATU UDJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mario A. Lawung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rafael R Tupen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIO A. LAWUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Putusan Mahkamah Konstiusi Nomor 65/PUU-XXI/2023 telah menimbulkan 
polemik baik dikalangan masyarakat, pemerintah maupun di lembaga pendidikan 
dikarenakan pada pasal 280 ayat (1) huruf h Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 
yang diujikan dalam putusan tersebut terdapat contradition in termis dimana 
terdapat pertentangan diantara norma batang tubuh yang memuat larangan dan pada 
bagian penjelasannya berisi pembolehan terhadap larangan tersebut meskipun 
dengan syarat. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yang pertama ratio decidendi dan 
kedua implikasi hukum dari pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-
XXI/2023 tentang pengujian konstitusional Pasal 280 ayat (1) huruf h Undang-
Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap Undang-Undang 
Dasar tahun 1945, khususnya mengenai larangan kampanye di lembaga pendidikan. 
Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut menyatakan frasa penjelasan pasal tersebut 
bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat 
serta batang tubuh norma bertentangan dengan bagian penjelasannya. Penelitian ini 
menggunakan pendekatan hukum normatif dan dianalisis secara kualitatif untuk 
mengungkap pertimbangan hukum Mahkamah dan dampaknya terhadap netralitas 
lembaga pendidikan dan kepastian hukum dalam kampanye pemilu.
Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Dasar pertimbangan Hakim Mahkamah 
Konstitusi yang menekankan pentingnya menjaga netralitas ruang pendidikan dari 
aktivitas politik praktis untuk melindungi proses pembelajaran dan menjamin 
keadilan serta kepastian hukum dalam pemilu. Mahkamah Konstitusi berupaya 
menyeimbangkan pembatasan kampanye di lembaga pendidikan dengan 
perlindungan hak konstitusional warga negara untuk berpartisipasi dalam proses 
politik. (2) Implikasi dari putusan terhadap kebijakan regulasi Kampanye dan 
Netralitas lembaga pendidikan. Dari hasil putusan menunjukan adanya 
pertimbangan hakim yang merujuk pada prinsisp-perinsip umum terkait 
keseimbangan antara pembatasan kampanye di lembaga pendidikan dengan 
perlindungan hak konstitusional warga negara untuk berpartisipasi dalam proses 
politik serta kebijakan regulasi kampanye dan netralitas lembaga pendidikan yang</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010151]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250610]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Yos A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Tata_negara-6.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33094]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-01 20:17:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-02 11:36:55]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>