<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3311">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perkawinan Exsogami Orang Batak (Studi Kasus Perkawinan Orang Batak dengan Penduduk Lokal Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Duma Hokria Sitinjak</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IMANTA I PERANGINANGIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Imanta I Peranginangin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yosep E. Jelahut</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif A.Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 84 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pokok permasalahan yaitu Bagaimanakah pelaksanaan prosesi perkawinan exsogami orang Batak perantauan di Kota kupang dan apa faktor penyebab terjadinya integrasi sosial antara orang Batak perantauan dan penduduk lokal di Kota kupang (lokasi penelitian liliba, Btn kolhua, oebufu, oeba, kayu putih, wali Kota kupang.) Teori yang digunakan proses sosial oleh Gillin and gillin dengan adanya berjalan interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi jumlah informan dalam penelitian ini 9 sembilan pasangan melakukan perkawinan dengan penduduk lokal Nusa Tenggara Timur pasangan laki -laki batak menikah dengan penduduk lokal ada 5 lima pasangan dan 4 empat pasangan perempuan Batak menikah dengan penduduk lokal NTT. Karena itu hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perkawinan orang Batak dengan penduduk lokal di Kota kupang mulai dari perkenalan menggunakan tahap pertama media surat menyurat dengan pasangan dan melibatkan bersangkutan bersama keluarga untuk saling menyetujui dan dimulai dengan acara perkenalan sampai pada tahap dua adalah tahap kesaksiaan yang merupakan peneguhan pembicaraan sula mnasi artinya pemberitahuan kepada orang tua perempuan dengan meminang perempuan gadis.Bunuk haunok/menaikkan daun kayu (Tanda ikatan) Pua mnasi, manu mnasi/ pinang bonat, sirih pinang(pemberian perhargaan kepada orang tua perempuan) selanjutnya proses perkawinan menurut adat Batak Dalam pelaksanaan proses perkawinan dengan adat na gol sesuai berdasarkan ketentuan adat terdahulu mangaririt, marhori-hori dinding/marhusip martumpol, marhata sinamot, martonggo raja, acara sibuhai-buhai marjalo pasu-pasu parbagason pemberkatan pernikahan) ulaon unjuk,Ulaon sadarion) pesta adat mangihut diampang atau dialap dijual (pengikut penjemputan pengantin wanita. Ditaruhon jual, pengantin calon pasangan perempuan dibolehkan pulang ke tempat orang tuannya. Paulak une, manjae, maningkir tangga.Penyebab terjadinya integrasi sosial antara orang Batak perantauan dan Penduduk lokal di Kota kupang dalam hal perkawinan. Belajar memahami dan menerima budaya pasangan, tradisi pemberian marga Batak sebagai simbol pemersatu.Masyarakat adat Batak pada dasarnya menggunakan hubungan perkawinan suatu kelompok kekerabatan dan melakukan pendekatan keluarga perkawinan exsogami orang batak yang tahap pertama dilakukan pemberian marga kepada pasangan non Batak.</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1603080023]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210922]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 SIT P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4639" url="" path="/69201-S1-1701060082-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Perkawinan Exsogami Orang Batak (Studi Kasus Perkawinan Orang Batak dengan Penduduk Lokal Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3311]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-11-01 18:15:33]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-11-03 08:51:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>