<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33339">
<titleInfo>
<title><![CDATA[HARMONISASI ATURAN WTO (WORLD TRADE ORGANIZATION)  DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG  PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATU BARA DALAM SENGKETA  EKSPOR NIKEL:]]></title>
<subTitle><![CDATA[STUDI KASUS GUGATAN UNI EROPA TERHADAP  INDONESIA]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ZAFIERDIA AZIZA ISMAIL</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GERALD ALDYTIA BUNGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dhesy A. Kase</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Gerald Aldytia Bunga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dhey W Tadeus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dhesy A. Kase</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kebijakan larangan ekspor bijih nikel Indonesia yang diberlakukan sejak 
2020 menimbulkan sengketa dengan Uni Eropa di WTO, karena dianggap 
melanggar Pasal XI:1 GATT 1994 yang melarang pembatasan kuantitatif ekspor. 
Indonesia berargumen bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk melindungi 
sumber daya alam dan mendorong hilirisasi demi kemakmuran rakyat, sesuai Pasal 
33 ayat (3) UUD 1945. Sengketa ini mencerminkan ketegangan antara kedaulatan 
negara dalam mengelola kekayaan alam dan kewajiban internasional dalam sistem 
perdagangan global. Panel WTO memutuskan bahwa kebijakan Indonesia 
bertentangan dengan ketentuan GATT, memicu perdebatan mengenai keadilan dan 
fleksibilitas aturan WTO terhadap negara berkembang. Hal ini menyoroti urgensi 
harmonisasi antara kebijakan nasional dan aturan perdagangan internasional.
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana harmonisasi aturan 
World Trade Organization (WTO) dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 
terkait kasus gugatan Uni Eropa terhadap Indonesia tentang larangan ekspor bijih 
nikel. (2) Apa dampak keputusan World Trade Organization (WTO) terhadap 
kebijakan larangan ekspor bijih nikel Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang mengkaji buku-
buku tentang aturan dan hukum yang dilakukan di perpustakaan. Bahan-bahan 
hukum yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Keputusan WTO dalam kasus 
DS 592 yang memenangkan Uni Eropa merugikan strategi hilirisasi Indonesia, 
namun Indonesia mengajukan banding. Karena disfungsi Appellate Body WTO 
(akibat boikot AS), proses banding belum berjalan sehingga Indonesia tetap bisa 
menerapkan larangan ekspor. Jika menang, kebijakan dalam UU No. 3 Tahun 2020 
dan Permen ESDM No. 11 Tahun 2019 dapat dilanjutkan; jika kalah, kebijakan 
harus disesuaikan. (2) Harmonisasi antara aturan WTO dan UU No. 3 Tahun 2020 
menjadi penting jika Indonesia kalah banding. Penyesuaian bisa dilakukan melalui 
revisi kebijakan seperti kuota terbatas, pajak ekspor progresif, atau insentif hilirisasi 
agar tetap sejalan dengan GATT 1994. Bila menang, regulasi tetap berlaku, namun 
efektivitas hilirisasi dapat ditingkatkan melalui kebijakan yang lebih selektif dan 
pengawasan ketat.
Kata Kunci: Ekspor Bijih Nikel, Gugatan Uni Eropa, World Trade 
Organization</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010092]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250630]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Ism H]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="34832" url="" path="/74201-S1-2102010092-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[HARMONISASI ATURAN WTO (WORLD TRADE ORGANIZATION)  DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG  PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATU BARA DALAM SENGKETA  EKSPOR NIKEL: STUDI KASUS GUGATAN UNI EROPA TERHADAP  INDONESIA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Tata_negara-6.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33339]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-08 14:31:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-10 09:33:29]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>