<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3335">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kajian Tentang Sanksi Dalam Waja (Perceraian) Menurut Hukum Adat Di Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HIERONIMUS . S . GEU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Anif Istianah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dorcas Langgar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>LEONARD LOBO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Anif Istianah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[IX + 68]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan dalam penelitian ini disesuaikan dengan
masalah penelitian yaitu (1) Untuk mendeskripsikan alasan masyarakat
Desa Turekisa masih menerapkan sanksi adat dalam waja (perceraian) (2)
Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan waja (perceraian) menurut
hukum adat masyarakat Desa Turekisa.
Penelitian ini menggunakan studi penelitian Deskriptif dengan
metode Deskriptif kualitatif dengan sumber data primer yaitu wawancara
dengan 4 informan yaitu ketua adat Turekisa dan tiga (3) orang perwakilan
masyarakat Turekisa. Sumber data skunder yaitu dokumentasi terkait
penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket atau
kuisioner, wawancara, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan sanksi adat
dalam waja (perceraian) sampai dengan saat ini masih diterapkan dalam
kehidupan masyarakat adat Turekisa, alasannya masyarakat percaya bahwa
sanksi adat dalam waja (perceraian) yang yang diwariskan oleh para leluhur
dapat meberikan efek jera bagi siapapun yang melanggarnya. Proses
pelaksanaan waja (perceraian) yaitu (1) Mori ngede waja (pihak korban)
melaporkan keinginianannya utuk bercerai kepada orang tua dan kelurga
korban. (2) Mori ngede waja (pihak korban) serta kelurganya akan
melaporkan kepada mosa laki (tua adat) untuk memipin proses perceraian
adat. (3)Acara leza idi waja (penyerahan denda) dari pelaku terhadap pihak
korban. (4) Acara nata rogho to deka bhela nea (pembuktian kepada semua
masyarakat adat bahwa pasangan suami istri sudah sah bercerai secara adat).
(5) Acara sebhe kepe nee basa nata (memulihkan dan membersihkan
kembali bagi pasangan suami istri yang sudah bercerai secara adat).
Jadi dapat disimpulkan bahwa sanksi dalam waja (perceraian)
menurut hukum adat masyarakat Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat,
Kabupaten Ngada wajib diterapkan serta memiliki peran yang sangat
penting dan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat adat Desa Turekisa.

Kata Kunci :Sanksi Waja (Perceraian) Dan Hukum Adat.</note>
<classification><![CDATA[872.05]]></classification><ministry><![CDATA[87205]]></ministry><studentID><![CDATA[1701070094]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211012]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 GEU K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4666" url="" path="/87205-S1-1701070094-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Kajian Tentang Sanksi Dalam Waja (Perceraian) Menurut Hukum Adat Di Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_PPKN.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3335]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-11-02 09:15:04]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-11-02 13:58:53]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>