<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33362">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Dosis Ovaprim Yang Berbeda Terhadap Derajat Penetasan Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) Secara Semi Buatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA EWINLISTA DHUGE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGNETTE TJENDANAWANGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agnette Tjendanawangi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ade Yulita Hesti Lukas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xviii + 47 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ovaprim terhadap derajat penetasan telur ikan Mas (Cyprinus carpio) dan untuk mengetahui dosis ovaprim yang tepat dalam meningkatkan derajat penetasan telur ikan Mas. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yang dimulai pada tanggal 13 Mei sampai tanggal 13 Juli 2024, yang bertempat di Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Noekele, Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu induk ikan mas dengan bobot tubuh 0,8-1,2 kg, ovaprim 20 ml, dan aquades. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakauan A menggunakan dosis ovaprim 0,5 ml/kg, perlakuan B menggunakan dosis ovaprim 0,7 ml/kg dan perlakuan C menggunakan dosis ovaprim 0,9 ml/kg. Wadah yang digunakan untuk pemijahan berupa bak fiber yang berukuran 160 cm x 95 cm. Metode pemijahan dalam penelitian ini yaitu semi buatan, dimana pemijahan dilakukan dengan merangsang hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan mas, hormon ini mengandung campuran analog salmon gonadotrophin releasing hormon (sGnRHa) dan anti dopamaine. Penyuntikan hormon perangsang (Ovaprim) ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad berfungsi untuk meningkatkan kematangan gonad, mempercepat proses ovulasi dan pemijahan pada induk ikan mas, sehingga dapat menghasilkan benih ikan mas yang bermutu baik dalam jumlah yang banyak. Setelah disuntikan kedalam tubuh ikan mas, hormon ovaprim akan di angkut oleh darah, menuju organ target yaitu gonad (sel sperma pada ikan jantan dan oosit pada ikan betina), sehingga gonad dapat berkembang dengan baik dalam tubuh ikan. Sel telur dan sel sperma yang sudah matang sempurna akan cepat terovulasi secara alamiah, sehingga dapat menghasilkan pembuahan, penetasan dan kelangsungan hidup benih ikan dengan kualitas yang baik dalam jumlah yang banyak
Dalam penelitian ini parameter yang diamati yaitu derajat pembuahan telur, derajat penetasan telur, embryogenesis dan kelangsungan hidup larva selama 15 hari. Hasil pengamatan menunjukan bahwa telur-telur yang berhasil dibuahi berikisar antara 2338-3159 butir. Rata-rata jumlah pembuahan telur ikan mas pada perlakuan A dengan dosis ovaprim (0,5 ml/kg) memperoleh hasil paling tinggi yakni 86,32%, perlakuan B dengan dosis ovaprim (0.7 ml/kg) memperoleh hasil persentase 77,43% dan perlakuan C dengan dosis ovaprim (0.9 ml/kg) memperoleh hasil paling rendah pada parameter derajat pembuahan yakni 68,18%. Pada parameter derajat penetasan memperoleh hasil persentase masing-masing perlakuan yaitu perlakuan A 0,5 ml/kg memperoleh nilai persentase 84,95%, perlakuan B 0,5 ml/kg memperoleh persentase 81,18% dan perlakuan C 0,9 ml/kg memberikan persentase paling rendah pada parameter ini yakni 74,50%. Sedangkan parameter kelangsungan hidup ikan mas selama 15 hari memberikan hasil masing-masing perlakuan yakni perlakuan A 0,5 ml/kg memperoleh persentase paling tinggi yakni 81,19%, perlakuan B 0,7 ml/kg memperoleh persentase 70,41% dan perlakuan C 0,9 ml/kg memperoleh hasil paling rendah pada penelitian ini yaitu 58,85%. Hasil pengamatan di analisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), hasil uji ANOVA berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap derajat pembuahan, derajat penetasan dan kelangsungan hidup larva ikan mas. Kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Dari hasil analisis tersebut perlakuan A (0.5 ml/kg) memeberikan hasil pembuahan, penetasan dan kelangsungan hidup yang paling optimal. Dimana derajat pembuahan telur memperoleh nilai persentase 86,32±4,70, derajat penetasan telur memperoleh nilai persentase 84,95±1,95 dan kelangsungan hidup larva selama 15 hari memperoleh persentase 81,19±3,29.

Kata Kunci: Ikan Mas, Semi Buatan, Ovaprim, Pembuahan, penetasan, kelangsungan hidup larva</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[2213010079]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250221]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 DHU P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="34869" url="" path="/54243-S1-2213010079-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Pengaruh Dosis Ovaprim Yang Berbeda Terhadap Derajat Penetasan Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) Secara Semi Buatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33362]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-09 07:41:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-11 10:35:08]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>