<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33374">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KEDUDUKAN DAN FUNGSI DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN  DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA  MENURUT UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK  INDONESIA TAHUN 1945]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GLADYS CHYNTIA MALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SARYONO YOHANES</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERNIMUS RATU UDJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Saryono Yohanes</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Cyrilius W T Lamataro</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam Kedudukan dan fungsi dewan pertimbangan presiden dalam sistem 
ketatanegaraan, Dewan Pertimbangan Presiden tidak menjelaskan secara rinci 
apakah fungsi kepenasihatan dan pertimbangan dari Wantimpres tersebut harus 
mutlak dilaksanakan oleh Presiden atau tidak atau apakah sifat kepenasihatan dari 
Wantimpres itu mengikat untuk dilaksanakan oleh Presiden atau tidak. Rumusan 
masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah Kedudukan Dewan 
Pertimbangan Presiden dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia menurut 
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945? (2) Bagaimanakah 
urgenitas Dewan Pertimbangan Presiden dalam sistem Ketatanegaraan? (3) Apakah 
fungsi dari Dewan Pertimbangan Presiden dalam sistem ketatanegaraan Republik 
Indonesia menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945? 
Penelitian ini merupakan penelitian metode yuridis normatif, yaitu penelitian 
hukum yang dilakukan melalui kajian kepustakaan atau data sekunder saja. 
Hasil penelitian menunjukan: (1) Kedudukan Dewan Pertimbangan Presiden 
berada dibawah Presiden, Tugas utama Wantimpres memberikan nasihat dan 
pertimbangan kepada Presiden dalam bidang strategis seperti politik, ekonomi, 
sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Meskipun tidak memiliki kekuatan 
eksekutif, Wantimpres berperan penting dalam membantu Presiden mengambil 
keputusan yang bijak dan objektif. (2) Urgensi Dewan Pertimbangan Presiden 
(Wantimpres) terletak pada kekuasaannya. Namun, karena sifat nasihatnya yang 
konsulatif dan tidak mengikat. (3) Fungsi dari Dewan Pertimbangan Presiden 
adalah memberikan nasihat dan pertimbngan kepada Presiden, namun karena 
minimnya transparansi dalam pelaksanaan fungsi dan tugas mereka menimbulkan 
persepsi publik bahwa Wantimpres kurang produktif dan tidak memberikan 
dampak nyata pada kebijakan pemerintahan. 
Adapun saran yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut: (1) perlu 
dipertimbangkan agar kedudukan dewan pertimbangan presiden ditingkatkan 
menjadi lembaga tinggi negara. (2) perlu adanya mekanisme penguatan yang 
meliputi seleksi anggota berdasarkan kompetensi dan integritas serta memperjelas 
peran dan kewenangannya (3) disarankan untuk meningkatkan transparansi dalam 
kinerjanya, terutama dengan membuka beberapa nasihat non-rahasia kepada 
masyarakat. 
Kata Kunci: Kedudukan, Sistem Ketatanegaraan, urgenitas, fungsi, Dewan 
Pertimbangan Presiden.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010158]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241121]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Mal K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Tata_negara-6.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33374]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-09 14:36:46]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-11 13:39:11]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>