<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33376">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sikap Kaum Muda Terhadap Kumpul Kebo Di Desa Naitimu]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HELMIARNI CLARITA SONI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ERNI RASTER KLAU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NIRWANING MAKLEAT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Erni Raster Klau</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nirwaning Makleat, S.Si-Teol, M.Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIANA IKUN RD PAREIRA, M.Psi. T., Psikolog</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 134 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perbuatan tinggal bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa diikat oleh suatu tali perkawinan yang sah menjadi suatu hal yang biasa dilakukan di masyarakat, dengan anggapan hal tersebut adalah suatu bagian dari kehidupan modern. Salah satu tradisi yang lebih didominankan pada masyarakat desa Naitimu yaitu kumpul kebo yang kebanyakan dilakukan oleh pasangan-pasangan muda. Hal ini dilakukan karena terdapat beberapa alasan seperti pengaruh kebudayaan, faktor ekonomi, dan pengaruh lingkungan sosial. Hal ini menyebabkan anak muda cenderung lebih memilih untuk kumpul kebo dari pada melaksanakan pernikahan yang sah menurut hukum dan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap kaum muda terhadap kumpul kebo di Desa Naitimu.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi fenomenalogi dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan kumpul kebo dilakukan oleh pasangan muda yang berusia kisaran 16-19 tahun berdasarkan tiga komponen yaitu komponen kognitif,afektif dan konatif. kumpul kebo itu sendiri dilakukan oleh pasangan muda berdasarkan beberapa alasan yaitu atas dasar kemauan anak muda itu sendiri, kurangnya perhatian dari orang tua, dan bahkan hamil sebelum adanya ikatan dari pihak keluarga. Dapat disimpulkan bahwa kumpul kebo dianggap memiliki nilai positif dan negatif oleh sebagian masyarakat sisi positif adalah bentuk kebebasan pribadi dan keputusan yang sah sebagai pasangan, tidak ada yang dirugikan selama keduanya saling setuju, evaluasi positif kaum muda bisa mencakup pandangan bahwa setiap orang berhak memilih bagaimana individu ingin menjalani hubungan pribadi, asalkan tidak merugikan orang lain atau masyarakat. Sedangkan dalam sisi negatif kumpul kebo di anggap sebagai satu keyakinan yang melanggar norma agama, dapat merusak moral dan dapat memberikan dampak buruk bagi keluarga. Kumpul kebo dilakukan oleh kaum muda yang dikarenakan belum mempersiapkan diri secara ekonomi, fisik, maupun mental. sehingaa kaum muda lebih memilih untuk tinggal bersama tanpa pernikahan terlebih dahulu.
Kata kunci: Sikap kaum muda, kumpul kebo, Naitimu</note>
<classification><![CDATA[862.05]]></classification><ministry><![CDATA[86205]]></ministry><studentID><![CDATA[1901170019]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250321]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Luar Sekolah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[862.05 SON S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-pls.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33376]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-09 15:16:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-10 13:23:41]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>