<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33393">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Bula molik:]]></title>
<subTitle><![CDATA[simbol dan makna pada masayarakat rote]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ernawati Paulina Henukh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUSANA C L PELLU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YEHESKIAL ADRIAAN ROEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 3</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jacklin Stefany Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susana C L Pellu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yeheskial Adriaan Roen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jacklin Stefany Manafe, S. Sos., M. Sosio</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[VIII+71 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perhiasan sering kali dipakai pada tubuh untuk mempercantik dan memperkuat rasa 
percaya  diri seseorang yang memakai perhiasan tersebut. Hal ini juga berlaku pada 
masyarakat yang memiliki perhiasan tradisional termasuk masyarakat suku Rote. 
Bula molik yang merupakan perhiasan tradisional masyarakat suku Rote yang  
berbentuk Bulan Sabit yaitu aksesoris yang dipakai di dahi seorang perempuan Rote 
tidak hanya sebagai aksesoris pelengkap tetapi memiliki makna yang mendalam 
bagi masyarakat suku Rote. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 
bagaimanakah simbol dan makna bula molik dalam kehidupan perempuan Rote. 
Tujuannya adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang makna dan simbol 
bula molik pada masyarakat Rote. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini 
adalah teori semiotika dari Ferdinand De Saussure untuk memahami dan 
membedakan terkait dengan penanda (signifier) dan petanda (signified) serta 
mengetahui tentang sebuah tanda yang memiliki makna dalam kehidupan 
masyarakat. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode 
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 
bahwa bula molik sebagai sebuah simbol budaya yang dipakai dengan cara di ikat 
di dahi seorang perempuan Rote menandakan tentang keindahan dan kecantikan 
perempuan Rote. Dalam hal ini bula molik  tidak hanya sebagai aksesoris bagi 
masyarakat Rote, tetapi memiliki makna yakni sebuah penghargaan bagi 
perempuan karna sudah menjadi penolong bagi laki-laki. Selain itu, masyarakat 
Rote beranggapan bahwa ketika perempuan Rote memakai aksesoris bula molik  
yang di lengkapi dengan tiga buah bintang memiliki makna yaitu masyarakat Rote 
mempunyai harapan bahwa akan memiliki keturunan yang banyak selayaknya 
jumlah bintang di langit.  
Kata kunci; Bula molik, simbol, dan masyarakat Rote</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[2103030007]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20251007]]></identifier><departementID><![CDATA[sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Hen B]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33393]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-10 08:41:01]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-10 10:44:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>