<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33409">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENGATURAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI  DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2004 TENTANG  PERIKANAN SEBAGAIMANA YANG DIUBAH DALAM UNDANG- UNDANG NOMOR 45 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS  UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2004 TENTANG PERIKANAN]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA ELVIANA LELANGWAYAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Orpa G. Manuain, S.H., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa G. Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 47 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan mengakui korporasi sebagai subjek tindak pidana. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah: (1) Bagaimanakah konsep pertanggungjawaban pidana korporasi yang diatur dalamUndang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana yang diubah dalam Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan? (2) Bagaimanakah konsep pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana di bidang perikanan pada ius constituendum? Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, menggunakan pendekatan perundang-undangan, komparatif dan konseptual dengan teknik studi kepustakaan atau studi dokumen. Pengolahan bahan hukum dilakukan dengan beberapa proses yang selanjutnya dianalisis secara yuridis kualitatif normatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, konsep pertanggungjawaban pidana korporasi yang terdapat dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana yang diubah dalam Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan masih menganut sistem pengurus yang bertanggung jawab apabila korporasi melakukan tindak pidana. Pengaturan tersebut memiliki kelemahan sebab ada potensi korporasi mengulangi perbuatan pidana. Undang-undang Perikanan juga tidak menentukan kapan korporasi dikatakan melakukan tindak pidana. Kedua, konseppertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana di bidang perikanan pada ius contituendum dapat dilihat ke dalam RUU Perikanan yang telah mengakomodasi konsep pertanggungjawaban pidana korporasi yakni telah mengatur kapan korporasi dikatakan melakukan tindak pidana, telah menganut sistem korporasi sebagai pembuat tindak pidana dan korporasi dapat bertanggung jawab, menjatuhkan sanksi pidana pokok maupun tambahan terhadap korporasi yang melakukan tindak pidana.

Kata kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Korporasi, Perikanan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2211040031]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250521]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Lel P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33409]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-10 11:33:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-11 14:57:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>