<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33479">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perspektif Hukum Pidana terhadap Tindak Pidana Cyber Pornography dalam Penggunaan Platform OnlyFans.]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Francisca Das Dores Ferreira</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Deddy R. CH. Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Rudepel Petrus Leo, S.H., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Deddy R.Ch. Manafe, S.H.,M.Hum.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[VIII + 50 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Seiringnya dengan kemajuan zaman, perkembangan teknologi semakin mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia secara mendalam dan khususnya dalam bidang teknologi komunikasi juga informasi yang berkaitan erat dengan internet. Berfokus pada kejahatan pornografi internet di Indonesia, pengaksesan pada platform/situs luar negeri menjadi hal yang paling meresahkan. Salah satunya OnlyFans yang digunakan sebagai wadah cyber pornography yang melanggar hukum. Penegakan hukum pada jaringan internet di Indonesia belum dilaksanakan secara maksimal karena luasnya penyebaran internet, masih terdapat celah juga hambatan, dan kejahatan yang akan terus berkembang bersamaan dengan teknologi. Maka pentingnya untuk dipahami dan ditindak agar cyber pornography dalam penggunaan platform tidak terus berkembang. Rumusan masalah dalam penelitian adalah: (1) Bagaimanakah penggunaan platform OnlyFans sebagai tindak pidana cyber pornography dilihat dari kajian hukum pidana Indonesia? (2) Bagaimanakah pertanggungjawaban pidana penggunaan platform OnlyFans?Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan perundang-undangan yang relevan. Pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini menggunaan studi literatur dananalisis dilakukan secara deskriptif untuk mengkaji kondisi hukum di masyarakat dan mengevaluasi kesenjangan antara teori dan implementasi hukum.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan platform OnlyFanssebagai media penyebaran konten pornografi di Indonesia menegaskan adanya celah serius dalam sistem penegakan hukum pidana kejahatan siber, khususnya cyber pornography. Meskipun regulasi seperti KUHP, UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU ITE telah memberikan dasar hukum yang jelas, implementasi dari norma-norma tersebut belum sepenuhnya efektif dalam menjangkau dinamika dan modus oprasi baru kejahatan digital. (2) Pertanggungjawaban pidana dalam konteks konten pornografi yang diproduksi dan didistribusikan melalui platform digital seperti OnlyFansmerupakan isu yang kompleks dan multidimensional. Meskipun platform ini menyediakan ruang bagi kreator untuk berkarya, dalam praktiknya sering dimanfaatkan untuk menyebarluaskan konten bermuatan seksual yang bertentangan dengan hukum dan nilai kesusilaan di Indonesia. 
Kata kunci: Penegakan Hukum, Cyber Pornography, Penggunaan Platform OnlyFans, Pertanggungjawaban Pidana.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010155]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250624]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Fer P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33479]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-10 23:40:19]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-14 10:33:48]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>