<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33481">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sinkretisme Ritual Adat dan Agama Katolik Dalam Tradisi Leva Nuang (Studi Kasus di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ambrosia Asel Wutun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERMAN YOSEP UTANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HOTLIF ARKILAUS NOPE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Herman Yosep Utang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv+94 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Judul penelitian ini adalah Sinkretisme Ritual Adat dan Agama Katolik dalam Tradisi Leva Nuang. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah “Bagaimana bentuk sinkretisme antara ritual adat dan agama Katolik dalam tradisi Leva Nuang di desa Lamalera?". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinkretisme antara ritual adat dan agama Katolik dalam tradisi Leva Nuang di desa Lamalera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah, teori Sinkretisme Crawley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam proses Ritual Leva Nuang di desa Lamalera terdapat tiga tahapan proses,yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan akhir. Tradisi Leva Nuang di Lamalera merupakan wujud nyata dari sinkretisme antara adat dan agama katolik, dimana dalam tradisi Leva Nuang tidak menghapus elemen tradisional, yaitu ritual adat melainkan menggabungkan dengan ajaran katolik. Simbol-simbol adat seperti sesaji, syair, dan titik-titik sakral tetap dilestarikan, namun dipadukan dengan simbol-simbol Katolik seperti doa, salib, dan air suci. Tradisi ini menciptakan bentuk spiritualitas khas masyarakat Lamalera yang religius sekaligus berakar kuat pada adat istiadat lokal. Sehingga Diharapkan kepada seluruh masyarakat Lamalera, baik orang tua maupun generasi muda, agar bersama-sama menjaga dan melestarikan makna penting dari tradisi Leva Nuang agar tidak hilang oleh pengaruh zaman. Masyarakat juga dapat bekerja sama dengan tetua adat dan tokoh agama untuk memastikan bahwa nilai-nilai adat dan ajaran agama tetap berjalan selaras. Anak-anak muda khususnya diharapkan lebih peduli dan aktif terlibat dalam setiap tahapan tradisi, baik dengan belajar langsung dari para orang tua maupun dengan memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan warisan budaya ini ke dunia luar. Dengan begitu, tradisi Leva Nuang tidak hanya menjadi sebuah rutinitas, tetapi tetap hidup sebagai identitas budaya yang diwariskan lintas generasi, sambil tetap menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[2103030003]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250630]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Wut S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="34972" url="" path="/69201-S1-2103030003-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Sinkretisme Ritual Adat dan Agama Katolik Dalam Tradisi Leva Nuang (Studi Kasus di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33481]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-11 03:57:21]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-11 03:57:21]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>