<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33519">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TINJAUAN VIKTIMOLOGIS TERHADAP KEJAHATAN PENIPUAN  DALAM PENERIMAAN ANGGOTA POLISI REPUBLIK INDONESIA  (POLRI) DI KEPOLISIAN RESOR ROTE NDAO]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ELVIS HIZKIA MALELAK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSALIND ANGEL FANGGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sigit Prabowo Sonbait</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sigit Prabowo Sonbait</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Polri sebagai aparatur negara hendaknya bisa memberikan pelayanan kepada 
masyarakat dengan baik dan cepat, sehingga masyarakat benar-benar dapat 
merasakan profesionalitas Polri dalam melaksanakan tugas sesuai dengan undang-
undang dan hukum yang berlaku. Dengan berbagai seleksi yang begitu ketat dan 
saingan yang banyak, ternyata banyak oknum menggunakan kesempatan tersebut 
untuk kepentingan pribadinya. Seperti terjadi pada kasus di Rote Ndao yang 
melibatkan aparat kepolisian (Aipda ASA) yang menggunakan kekuasaannya 
dengan iming-iming akan meloloskan seorang anak menjadi Bintara Polri. Kasus 
penipuan ini membuat kerugian dari keluarga korban sebanyak 250 juta rupiah.
Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana 
peran korban dalam terjadinya kejahatan penipuan dalam penerimaan anggota polri. 
(2) Untuk mengetahui upaya perlindungan hukum bagi korban penipuan dalam 
penerimaan anggota Polri di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini merupakan
metode penelitian hukum empiris dengan menggunakan data primer dan data 
sekunder yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan 
wawancara yang dilakukan dengan 5 informan. Data yang diperoleh diolah 
menggunakan teknik editing, klasifikasi data, verifikasi data dan deskripsi setelah 
itu dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Peran korban disebabkan karena 
kurang kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap perkataan pelaku kejahatan dan 
ketidakpercayaan diri korban sendiri yang pada akhirnya membuat korban 
dirrugikan dan tertipu oleh pelaku. (2) Upaya perlindungan hukum yang diberikan 
kepada korban yaitu secara represif yaitu aduan yang telah dilaporkan dan 
kemudian ditindaklanjuti oleh yang berwenang sehingga pelaku berakhir 
diberhentikan secara tidak hormat dan secara preventif yaitu melakukan upaya 
pencegahan agar korban tidak mengulangi hal yang sama.
Rekomendasi dari peneliti adalah agar masyarakat lebih waspada dan tidak 
mudah percaya terhadap hal-hal yang akan merugikan mereka dan diharapkan 
upaya represif dan preventif lebih diperhatikan oleh pihak mana pun.
Kata Kunci: Viktimologis, Kejahatan Penipuan, Polisi Republik Indonesia.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010344]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250611]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Mal T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33519]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-11 17:11:20]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-16 09:29:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>