<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33664">
<titleInfo>
<title><![CDATA[DAMPAK OVERCROWDING TERHADAP NARAPIDANA  RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB RUTENG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FREDERICH RAMIGA SEPUTRA GAUT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Rumah Tahanan, merupakan lembaga yang keberadaannya tak terpisahkan 
dari penegakan hukum di Indonesia. Berbeda dengan Lapas, Rutan berfungsi 
sebagai tempat penahanan sementara bagi tersangka atau terdakwa yang sedang 
menjalani proses persidangan. Saat ini, hampir seluruh Rutan dan Lapas di 
Indonesia mengalami krisis kelebihan kapasitas atau Overcrowding dengan 
tingkat overcrowding. 92%. Kondisi ini bagaikan bom waktu yang siap meledak. 
Kepadatan yang ekstrem di Rutan dan Lapas membawa berbagai dampak negatif. 
Kondisi Overcrowding di rutan dan lapas merupakan permasalahan serius yang 
harus segera di atasi. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada kesehatan dan 
keamanan para penghuni, tetapi juga pada efektifitas pembinaan dan anggaran 
negara. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membahas tentang penyebab 
terjadinya overcrowding juga dampak overcrowding terhadap narapidana rumah 
tahanan negara kelas IIB Ruteng. Penelitian ini merupakan penelitian hukum 
empiris atau penelitian yuridis empiris yang didukung pendekatan statuecause 
dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan 
menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara yang dilakukan 
dengan 33 informan. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik editing, 
klasifikasi data, verifikasi data dan deskripsi setelah itu dianalisis secara deskriptif 
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Overcrowding di Rutan Kelas IIB Ruteng 
disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama, kapasitas Rutan 
Ruteng yang terbatas. Kedua, angka kejahatan yang meningkat di tiga wilayah 
kabupaten. Ketiga, kebijakan pemidanaan yang belum efektif. Keempat, 
kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah juga turut berperan dalam 
peningkatan angka kejahatan. (2) Overcrowding di Rutan Kelas IIB Ruteng 
berdampak signifikan terhadap narapidana, terutama dalam pemenuhan hak-hak 
mereka termasuk hak atas Kesehatan Narapidana, Hak untuk mendapatkan 
keamanan, dan hak atas rehabilitasi. program pembinaan dan reintegrasi sosial 
tidak dapat berjalan efektif akibat keterbatasan sumber daya dan ruang. 
Rekomendasi saran dari peneliti untuk mengatasi overcrowding di Rutan, 
perlupenerapan alternatif pemidanaan yang efektif,penanganan akar kriminalitas 
melalui pendidikan dan lapangan kerja, serta sosialisasi hukum untuk 
meningkatkan kesadaran masyarakat. Sinergi antara pemerintah, lembaga penegak 
hukum, dan masyarakat diperlukan dalam penegakan hukum, rehabilitasi, dan 
reintegrasi narapidana. Selain itu, peningkatan kapasitas Rutan melalui 
pembangunan dan perbaikan fasilitas juga penting untuk memenuhi kebutuhan 
narapidana.
Kata Kunci: Rumah Tahanan Negara, Narapidana, Overcrowding</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010367]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250523]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Gau D]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33664]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-15 09:47:42]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-17 10:13:53]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>