<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33677">
<titleInfo>
<title><![CDATA[UPAYA PENYELESAIAN KASUS PEMBUNUHAN AKIBAT SENGKETA TANAH ULAYAT MELALUI MEKANISME HUKUM ADAT DI WILAYAH ADONARA KABUPATEN FLORES TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Penaten Peran</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Salah satu budaya tradisi adat yang saat ini masih dijalankan masyarakat Adonara yaitu perang tanding. kisah perang tanding di Wilayah Adonara Kabupaten Flores Timur yaitu perang tanding antara Desa Lewobunga dan Desa Lewonara. Perang tanding ini dipicu oleh kepemilikan hak Ulayat tanah antara Desa Lewobunga dan Desa Lewonara, yang mana Masyarakat Desa Lewobunga melakukan peresmian Dusun Riangbunga Desa Lewobunga mendengar peresmian itu masyarakat Desa Lewonara tidak setuju dan mulai melakukan aksi ketidakterimaan mereka dengan menyerang masyarakat Desa Lewobunga. Maka terjadilah peperangan dan konflik yang berkepanjangan yang menyebabkan banyak korban. Masalah pokok penelitian ini adalah: (1) Apakah yang menjadi faktor penyebab terjadinya kasus pembunuhan akibat sengketa tanah ulayat melalui mekanisme hukum adat di wilayah Adonara Kabupaten Flores Timur? (2) Bagaimana upaya penyelesaian kasus pembunuhan ada sengketa tanah ulayat melalui mekanisme hukum adat di wilayah Adonara Kabupaten Flores Timur? Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan teknik wawancara langsung dengan responden, dan hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif.Penelitian ini menemukan beberapa hal: (1) Faktor penyebab terjadinya kasus pembunuhan akibat sengketa tanah ulayat yaitu: ketidakjelasan batas tanah, perbedaan penuturan sejarah, belum adanya pengakuan terhadap kepemilikan atas tanah, dendam perang dan kurang adanya perhatian dari pemerintah daerah. (2) Upaya penyelesaian yang dilakukan tokoh adat dengan mengumpulkan seluruh masyarakat dan mengundang tokoh-tokoh adat di desa tetangga sewilayah Kiwangona untuk melakukan ritual adat bau lolon untuk mendoakan agar perang tanding tidak terulang kembali dengan menyatakan reket kame lo'oko ( senjata peperangan dilepaskan) dengan pernyataan tersebut masyarakat mengungkapkan isi hati dengan menyatakan stop perang atau tidak terjadi perang lagi dan ritual adat ini sudah sakral.

Kata Kunci: Penyelesaian kasus pembunuhan sengketa tanah ulayat hukum adat.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010210]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250704]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Per U]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33677]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-15 11:49:23]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-17 13:09:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>