<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33697">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TINJAUAN SANKSI ADAT TALA PADA PERKAWINAN ADAT DI DESA  RANGGI KECAMATAN WAE RI’I KABUPATEN MANGGARAI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HILDEGARDIS JEMIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HUSNI KUSUMA DINATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS MAURITSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Husni Kusuma Dinata</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius Mauritsius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa J NUbatonis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkawinan merupakan hak mendasar yang dimiliki oleh setiap Manusia. 
Hak ini merupakan hak kodrati, yang berarti setiap orang mempunyai hak.
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami 
istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal 
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana tertulis dalam Undang-
undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, di Indonesia terdapat hukum 
tertulis dan hukum tidak tertulis. Hukum tidak tertulis ini salah satunya adalah 
hukum adat, keberagaman budaya mempengaruhi proses pelaksanaan hukum adat 
setiap daerah. Masyarakat Manggarai masih terus melestarikan prosesi 
perkawinan yang masih kental dengan adat dan tradisi yang diwariskan. Dalam 
budaya Manggarai dikenal juga istilah sanksi adat “Tala”. Masalah pokok dalam 
penelitian ini adalah (1) Bagaimana sahnya perkawinan menurut hukum adat 
Manggarai? (2) Bagaimana proses pelaksanaan sanksi adat tala dalam perkawinan 
adat di Desa Ranggi Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai? (3) Apa faktor-
faktor yang mempengaruhi pelaksanaan sanksi adat tala dalam perkawinan adat 
Di Desa Ranggi Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai?
Penelitian ini mengkaji sanksi adat tala yang diterapkan dalam perkawinan 
adat Manggarai di Desa Ranggi, Kabupaten Manggarai, dengan pendekatan 
empiris melalui wawancara dan analisis literatur. 
Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Sahnya perkawinan menurut hukum 
adat Manggarai terdapat tiga persyaratan yaitu kapasitas atau kemampuan pribadi 
calon nikah (laki-laki dan Perempuan), kesepakatan kedua keluarga besar, dan 
prosedur dan acara peresmian perkawinan. (2) Proses pelaksanaan sanksi adat tala
terdapat tiga yaitu pihak Perempuan mengunjungi pihak laki-laki, pihak keluarga 
melakukan lonto leok (musyawarah), leso tala (hari pelaksanaan tala). (3) Faktor-
faktor yang mempengaruhi pelaksanaan sanksi adat tala ada beberapa faktor 
penyebab yang melatarbelakangi hal ini antara lain: pengabaian tanggung jawab 
(misalnya: penolakan terhadap anak), masalah komunikasi, pelanggaran norma 
adat, dan ketidaksiapan untuk membangun keluarga. 
Kata kunci: Perkawinan; Hukum adat; Sanksi Tala</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[210201017]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250609]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Jem T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Huk_Perdata-4.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[33697]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-15 15:05:15]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-15 15:15:58]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>