<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34005">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENYELESAIAN PERKARA MENURUT KETENTUAN ADAT TENTANG HEWAN TERNAK YANG MASUK KE KEBUN ORANG LAIN (Studi Kasus di Desa Motaulun Kecamatan Malaka Barat Kabupaten  Malaka)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Daniel Klau</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Deddy R. CH. Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Deddy R Ch Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hewan ternak merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi 
masyarakat pedesaan, khususnya di Desa Motaulun, Kabupaten Malaka, 
Kecamatan Malaka Barat. Tetapi ternak yang tidak dijaga dengan baik oleh 
pemiliknya dapat menimbulkan berbagai masalah. Sengketa ini dapat diselesaikan 
melalui berbagai cara, baik secara formal maupun informal. Banyak masyarakat 
yang lebih memilih untuk menyelesaikan sengketa ini secara informal, yaitu 
melalui penyelesaian perkara menurut ketentuan adat. Penyelesaian perkara 
menurut ketentuan adat ini bertujuan untuk mencari solusi yang dapat diterima oleh 
para pihak, tanpa harus mengikuti proses peradilan yang formal. Permasalahan 
pokok dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah penyelesaian perkara menurut 
ketentuan adat tentang hewan ternak yang masuk ke kebun orang lain di Desa 
Motaulun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka? (2) Apakah yang menjadi 
faktor pendorong masyarakat Desa Motaulun memilih penyelesaian perkara 
menurut ketentuan adat?
Penelitian ini merupakan penelitian empiris, sehingga sumber data yang 
digunakan adalah sumber data primer, data primer diperoleh dari hasil wawancara. 
Metode Empiris adalah suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk 
melihat hukum dalam artian nyata dan meneliti bagaimana bekerjanya hukum di 
lingkungan masyarakat. Data dianalisis secara deskriptifkualitatif. 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penyelesaian perkara 
menurut ketentuan adat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Motaulun melalui 
beberapa tahap, yaitu yang pertama adanya pengaduan dari si korban kepada 
lembaga adat, pemanggilan para pihak yang bersengketa oleh lembaga adat, proses 
musyawara yang dipimpin oleh tua adat ambei fukun, penjatuhan sanksi. (2) Faktor 
yang mempengaruhi masyarakat Desa Motaulun memilih penyelesaian perkara
menurut ketentuan adat, yaitu karena adanya lembaga adat sebagai wadah dalam 
proses penyelesaian, nilai kejujuran fungsionaris adat, kesadaran masyarakat untuk 
menyelesaikan masalah, penyelesaian cepat dan murah. Faktor–faktor inilah yang 
mempengaruhi masyarakat dalam memilih penyelesaian perkara menurut ketentuan 
adat. 
Kata Kunci: Penyelesaian Perkara Adat, Kerusakan, Hewan Ternak</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010130]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250515]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Kla P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34005]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-21 16:10:29]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-29 13:32:50]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>