<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34028">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perancangan Sentra Kerajinan Bambu, Di Kelurahan Mangulewa Kabupaten Ngada, Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES DON BOSCO TEGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Marianus Bahantwelu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I Gusti Ngurah W. Hardy</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>I Gusti Ngurah Wiras Hardy</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marianus Bahantwelu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>THEODORA  M.C. TUALAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 115 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sentra kerajinan merupakan suatu lokasi yang mana titik atau pusat suatu keterampilan dibuat dengan tangan yang akan menghasilkan suatu barang yang indah dengan pengerjaan yang teliti dan cermat. Kerajinan yang di hasilkan dari bambu sangatlah beragam, mulai dari kerajinan kecil seperti anyaman untuk perabotan rumah tangga, hingga kerajinan besar seperti furniture meja dan kursi. 
Kabupaten Ngada khususnya di Kelurahan Mangulewa, memiliki potensi bambu yang sangat baik. Masyarakat Kabupaten Ngada sudah mengenal berbagai macam jenis kerajinan yang terbuat dari bambu. Berdasarkan pengalaman sendiri mereka sudah bisa menciptakan beberapa jenis kerajinan dari bambu, yang sudah dilakukan secara turun temurun dari warisan para leluhur, akan tetapi terciptanya sebuah kerajinan, hanya untuk digunakan sebagai keperluan dalam rumah atau keperluan pribadi, sehingga masih banyak hasil kerajinan tersebut yang diabaikan dan tidak dijadikan sumber pendapatan. Hal ini disebabkabkan beberapa faktor seperti fasilitas pembuatan kerajinan masih kurang memadai, pemahaman masyarakat yang terbatas, para pengerajin bambu bergerak secara masing-masingsehingga produksi kerajinan bambu sering tidak memenuhi permintaan pasar, dan juga dari segi teknologi yang masih kurang. 
Untuk mengatasi beberapa permasalahan di atas, perlu adanya suatu sarana atau tempat yang dapat dijadikan sebagai pusat kerajinan bambu, agar semua kegiatan dan hasil kerajinan dari masyarakat dapat dikoordinir dalam satu wadah dengan baik. Dalam perancangan sentra kerajinan bambu ini menyediakan sarana dan fasilitas yang dapat menunjang seluruh kegiatan  dan aktifitas baik untuk pengunjung,dan pengrajin atau pengelola. Menyesuaikan dengan kondisi pada lokasi perancangan, maka diterapkan prinsip Ekologi Arsitektur, yang dapat merespon iklim setempat, penggunaan bahan atau material yang bersifat alami, dan penggunaan sumber energi terbarukan.

Kata kunci : Sentra kerajinan bambu, Kelurahan Mangulewa Kabupaten Ngada, Arsitektur Ekologi</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1806090025]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241204]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Sains dan Teknik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 TEG P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Arsitektur.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34028]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-21 19:17:29]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-23 12:24:55]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>