<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34057">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Filogenetik dan Studi Molekuler Sistem Imun Terhadap Bacillus anthracis]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yakobus Ola Masan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PUTRI PANDARANGGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA AEGA GELOLODO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Maxs Urias Ebenhaiser Sanam</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[SKRIPSI]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 59]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Antraks, yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, merupakan 
penyakit zoonosis. Penyakit ini menyerang hewan ternak serta memberi infeksi 
serius pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan 
kekerabatan antara genetik Bacillus anthracis yang ada di Indonesia dengan strain 
lain yang beredar di dunia serta mempelajari mekanisme molekuler respon imun 
bawaan terhadap infeksi Bacillus anthracis. Metode penelitian meliputi analisis 
filogenetik menggunakan 30 sekuen gen pagA Bacillus anthracis yang diakses 
melalui GenBank NCBI, serta studi literatur untuk memvisualisasikan patogenesis 
molekuler Bacillus anthracis menggunakan perangkat lunak Bioedit. Hasil 
filogenetik menunjukan isolat Indonesia (P04210076) menunjukkan kekerabatan 
dekat dengan isolat India (MH673575) dengan dukungan bootstrap tinggi (99), 
menandakan konservasi evolusioner yang kuat. Node dengan nilai bootstrap 85 
yang memisahkan kedua isolat dari klaster utama menunjukkan percabangan 
evolusioner awal yang signifikan, kemungkinan akibat variasi strain, adaptasi 
lingkungan, atau rekombinasi pada plasmid pXO1. Secara umum, isolat dari 
berbagai negara membentuk kelompok monofiletik, mencerminkan homologi 
tinggi gen pagA secara global. Hasil ini mendukung pemanfaatan gen pagA dalam 
desain vaksin yang luas cakupannya. Bacillus anthracis menggunakan lethal toxin 
dan edema toxin serta kapsul PGA untuk melemahkan sistem imun inang. Lethal 
toxin menghambat jalur MAPK dan mengaktifkan inflammasom (NLRP1b, 
NLRP3), sementara edema toxin meningkatkan cAMP untuk menekan fungsi 
makrofag dan sel T. Kapsul PGA mencegah fagositosis dan pengenalan oleh TLR2. 
TNF-α adalah sitokin proinflamasi utama yang mengatur respons imun melalui dua 
reseptornya, TNFR1 dan TNFR2. Aktivasi TNFR1 dapat memicu apoptosis atau 
nekroptosis, tergantung pada ubiquitinasi RIPK1. Sementara itu, TNFR2 cenderung 
mengaktifkan jalur kelangsungan hidup dan antiinflamasi melalui aktivasi NF-κB 
dan MAPK. Kedua jalur ini mengatur ekspresi gen-gen proinflamasi serta protein 
antiapoptotik, yang memperkuat respons imun dan menjaga kelangsungan hidup 
sel. Penelitian  ini memberi wawasan baru kekerabatan antar genetik Bacillus 
anthracis yang beredar dan juga penghindaran imun oleh Bacillus anthracis yang 
bisa menjadi dasar pengembangan vaksin serta terapi yang lebih efektif. 
Kata kunci : Bacillus anthracis, filogenetik, imun bawaan, protein 
struktural, vaksin.</note>
<classification><![CDATA[542.1]]></classification><ministry><![CDATA[54261]]></ministry><studentID><![CDATA[2109010058]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250627]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Kedokteran Hewan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.61 Mas A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="35489" url="" path="/542.61-2109010058-S1-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Analisis Filogenetik dan Studi Molekuler Sistem Imun Terhadap Bacillus anthracis]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_prodi_KH.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34057]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-22 09:30:02]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-23 10:58:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>