<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34258">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Kerentanan Pangan  Di Kabupaten Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BOY ARNOLD RAME</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PAULUS UN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ida Nurwiana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Paulus Un</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>ERNANTJE HENDRIK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ida Nurwiana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 123 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi manusia dan didukukung oleh Undang-undang Republik Indonesia tentang pangan. Kerentanan pangan berasal dari permasalahan dimana seseorang tidak mampu mengakses makanan secara normal dan salah satu pemicunya adalah  keterbatasan sumber daya dan kemiskinan. Kabupaten Kupang, dengan tingkat kemiskinan tinggi, berpotensi mengalami kerentanan pangan. Faktor seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, akses terbatas terhadap sumber daya pangan, serta perubahan iklim memperparah masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis indeks kerentanan pangan tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Kupang dan mengidentifikasi faktor apa saja yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pangan di Kabupaten Kupang.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu Kabupaten Kupang dengan unit analisis desa dan kelurahan. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari berbagai instansi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. Analisis data yang digunakan adalah (1) Anakisis komposit untuk mengetahui indeks kerentanan pangan tingkat desa dan kelurahan. (2) regresi linear berganda untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pangan di Kabupaten Kupang.
Hasil penelitian menunjukan, dari analisis yang dilakukan terhadap 160 desa dan 17 kelurahan, ditemukan bahwa: terdapat 2 desa/kelurahan masuk kategori sangat rentan (1,1%), 30 desa/kelurahan rentan (16,9%), 43 desa/kelurahan agak rentan (24,3%), 80 desa/kelurahan agak tahan (45,2%), 21 desa/kelurahan tahan (11,9%), dan hanya 1 desa/kelurahan sangat tahan (0,6%)  terhadap kerentanan pangan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pangan adalah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah, dengan penduduk miskin yang memiliki daya beli rendah cenderung mengalami kesulitan dalam mengakses pangan yang cukup dan bergizi. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah, kerentanan pangan masih menjadi tantangan dan perlu diperhatikan kompleksitas permasalahan yang multidimensi, terutama di desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi. Saran yang dapat diberikan: pemerintah dapat menggunakan indeks kerentanan pangan hasil penelitian ini sebagai dasar pertimbangan kebijakan yang tepat dalam membuat program serta intervensi melalui program peningkatan kesejahteraan ekonomi, akses pangan, serta perbaikan infrastruktur yang menunjang ketahanan pangan. 

Kata Kunci: Indeks komposite, indeks ketahanan pangan, kerentanan pangan, regresi linier berganda</note>
<classification><![CDATA[542.01]]></classification><ministry><![CDATA[54201]]></ministry><studentID><![CDATA[1904020124]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250602]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Pertanian]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.01 RAM A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-agribisnis1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34258]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-22 18:34:28]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-23 14:13:18]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>