<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34301">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tinjauan Normatif Perlindungan Hukum Hak  Pendidikan Anak Pengungsi dari Luar Negeri di  Indonesia Menurut Hukum Internasional]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Olga Margareth Natoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dhesy A. Kase</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Elisabeth N. S. Bota Tukan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dhey W Tadeus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dhesy A. Kase</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Elisabeth N. S. Bota Tukan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap 
hak pendidikan anak pengungsi dari luar negeri di Indonesia berdasarkan perspektif 
hukum internasional. Rumusan masalah yang dikaji meliputi : (1) bagaimanakah 
tinjauan normatif perlindungan hukum hak pendidikan anak pengungsi di 
Indonesia, dan (2) bagaimanakah upaya untuk meningkatkan perlindungan hukum 
hak pendidikan anak pengungsi dari luar negeri di Indonesia menurut hukum 
internasional. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan 
perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan analitis, dan pendekatan 
komparatif dengan bahan hukum primer yakni Konvens Pengungsi 1951, Konvensi 
Hak Anak 1989 dan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang 
Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah meratifikasi 
Konvensi Hak Anak dan mengeluarkan Perpres Nomor 125 Tahun 2016 sebagai 
dasar penanganan pengungsi, Perlindungan hukum terhadap anak pengungsi belum 
bersifat komprehensif dan masih terhambat oleh ketiadaan regulasi teknis, 
mekanisme afirmatif, serta tidak adanya sistem represif yang dapat digunakan jika 
hak pendidikan dilanggar. Kebijakan yang ada lebih bersifat administratif dan 
fragmentaris, bergantung pada inisiatif pemerintah daerah dan dukungan lembaga 
internasional seperti UNHCR dan IOM. Dalam konteks perlindungan hukum, 
Indonesia belum maksimal menjalankan fungsi preventif maupun represif 
sebagaimana dikemukakan oleh Philipus M. Hadjon. Di sisi lain, keterbatasan ini 
juga tidak lepas dari dinamika kedaulatan negara yang masih memengaruhi arah 
kebijakan domestik terhadap pengungsi. Untuk itu, skripsi ini merekomendasikan 
agar Indonesia segera meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, melakukan 
penguatan pada instrumen hukum nasional yang mengintegrasikan norma-norma 
HAM internasional serta pembentukan kebijakan afirmatif yang menjamin akses 
pendidikan yang setara bagi anak pengungsi tanpa diskriminasi.
Kata kunci : perlindungan hukum, hak pendidikan, anak pengungsi, hukum 
internasional, regulasi teknis, mekanisme alternatif</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010067]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250710]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Nat T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Huk_Perdata-4.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34301]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-23 10:35:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-28 09:14:32]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>