<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34318">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Status Keberlanjutan Konservasi Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SELIDION POLIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>REFLI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ALFRED O. M. DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransiskus Kia Duan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ermelinda Dheta Meye</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Andriani N. Momo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 80 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>TWAL Teluk Kupang merupakan kawasan konservasi perairan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ekosistem yang lengkap memiliki dua pantai yaitu pantai Kelapa Tinggi dan Pantai Sulamanda yang menjadi lokasi konservasi pendaratan dan peneluran Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea yang statusnya terancam punah menurut IUCN dan CITES. Telah ada upaya konservasi di Pantai Kelapa Tinggi dan Sulamanda dilakukan oleh kelompok konservasi Cemara dan Pelaut Sejati sejak 2022 dan 2023. Namun, data lapangan menunjukkan pengelolaan konservasi masih memiliki banyak kekurangan, seperti rendahnya tingkat daya tetas telur, minimnya fasilitas, dan kurangnya perhatian dari masyarakat serta pemerintah. Selain itu, belum ada literature ilmiah yang mengkaji tempat ini sehingga perlu dilakukannya penelitian ditempat ini untuk mencari tahu keberlanjutan dari kawasan konservasi penyu lekang di TWAL Teluk Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manegeman pengelolaan dan menganalisis status keberlanjutan konservasi Penyu Lekang di TWAL Teluk Kupang di Pantai Kelapa Tinggi dan Pantai Sulamanda, termasuk atribut sensitif yang memengaruhi keberlanjutan melalui leverage analysis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil wawancara. Data kualitatif berasal dari hasil kuisioner kepada responden yang dipilih secasa purposive sampling. Metode yang digunakan ialah metode analisis rapfish MDS dengan lima kategori dimensi yaitu ekologi, sosial-budaya, ekonomi, infrastruktur dan teknologi serta hukum-kelembagaan. Status keberlanjutan TWAL Teluk Kupang dua kelompok penangkaran kelompok cemara dan kelompok pelaut sejati berdasarkan analisis multidimensi berada pada kategori “kurang berkelanjutan’’ dengan nilai indeks keberlanjutan adalah 47,08. Sedangkan status keberlanjutan masing-masing kelompok penangkaran yaitu kelompok cemara pada ketegori “cukup berkelanjutan’’ dengan nilai indeks keberlanjutan adalah 62,18 dan kelompok pelaut sejati pada ketegori “kurang berkelanjutan’’ dengan nilai indeks keberlanjutan adalah 27,12. Hasil analisis strategi pengelolaan berkelanjutan kawasan konservasi penyu lekang TWAL Teluk Kupang dilakukan secara Multidimensi dan kolaboratif agar semua dimensi dan atribut dapat menunjuang keberlanjutan TWAL teluk Kupang dan diterima oleh masyarakat.
 Kata kunci: Penyu Lekang, konservasi, Rapfish TWAL.</note>
<classification><![CDATA[462.01]]></classification><ministry><![CDATA[46201]]></ministry><studentID><![CDATA[2106050038]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250618]]></identifier><departementID><![CDATA[Biologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[462.01 POL A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi3_biologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34318]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-23 12:10:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-23 14:43:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>