<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34355">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KEDUDUKAN HAK MILIK ATAS TANAH PADA LAHAN RUANG  TERBUKA HIJAU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 26  TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG (STUDI KASUS  BANTARAN KALI OEPURA, KELURAHAN OEPURA, KECAMATAN  MAULAFA, KOTA KUPANG)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SHEILA FEBRIANTY L. FOENAY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HUSNI KUSUMA DINATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rini Marselin Kaesmetan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Husni Kusuma Dinata</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius Mauritsius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rini Marselin Kaesmetan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Di Kota Kupang, bantaran Kali Oepura merupakan salah satu kawasan yang memiliki 
fungsi strategis sebagai ruang terbuka hijau. Namun, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan 
tingginya kebutuhan lahan, kawasan bantaran kali ini sering kali diokupasi oleh masyarakat untuk 
pemukiman atau kegiatan lain yang tidak sejalan dengan fungsi ekologisnya. Hal ini menimbulkan 
konflik hukum terkait hak milik atas tanah di lahan yang seharusnya dipertahankan sebagai Ruang 
Terbuka Hijau (RTH). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Kedudukan 
Hak Milik Atas Tanah Pada Lahan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 26 
Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Di Bantaran Kali Oepura, Kelurahan Oepura, Kecamatan 
Maulafa, Kota Kupang? (2) Apakah Akibat Hukum terhadap Hak Milik Atas Tanah Pada Lahan 
Ruang Terbuka Hijau Di Bantaran Kali Oepura, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota 
Kupang?
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, dan sumber data yang diambil yaitu 
data primer dan data sekunder. Populasi dan sampel yang diambil yaitu: 1 orang Kepala ATR/BPN 
Kota Kupang, 1 orang Camat Maulafa, 1 orang Lurah Oepura, 5 orang warga yang bertempat tinggal 
di sekitaran bantaran Kali Oepura. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel 
jenuh di mana semua anggota populasi mendapatkan kesempatan yang sama.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kedudukan hak milik atas tanah di bantaran 
Kali Oepura yang telah ditetapkan sebagai Ruang Terbuka Hijau menurut Undang-Undang Nomor 
26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, berada dalam ketidakselarasan antara status kepemilikan 
tanah dengan peruntukan kawasan sebagai RTH sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 
tentang Penataan Ruang. Sebagian tanah di bantaran Kali Oepura telah berstatus hak milik yang 
dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan oleh BPN Kota Kupang dan sebagian lainnya belum 
bersertifikat namun telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk permukiman dan lahan pertanian. (2) 
Akibat hukum terhadap hak milik atas tanah di bantaran Kali Oepura menunjukkan adanya 
kesenjangan yang signifikan antara ketentuan normatif dan implementasi praktis di lapangan. 
Meskipun penetapan kawasan tersebut sebagai RTH berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 
2007 tentang Penataan Ruang seharusnya membawa konsekuensi hukum yang tegas, kenyataannya 
tidak ada satu pun instrumen penegakan hukum yang diimplementasikan secara efektif. 
Kata Kunci: Akibat Hukum, Bantaran Kali, Hak Milik Atas Tanah, Ruang Terbuka Hijau.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010268]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250709]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Foe K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Huk_Perdata-4.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34355]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-23 16:44:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-24 15:05:05]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>