<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34471">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERSPEKTIF KRIMINOLOGI TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (SKIZOFRENIA) YANG CENDERUNG MENJADI PELAKU KEJAHATAN]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADEL ANGELIA NOVITA RADJA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan tindak pidana di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa tidak 
semua tindak pidana dilakukan oleh orang yang berjiwa normal, akan tetapi orang 
dengan gangguan jiwa juga dapat melakukan tindak pidana. Skizofrenia adalah 
salah satu jenis gangguan jiwa berat yang dapat mempengaruhi pikiran, perilaku, 
dan perasaan individu. Penderita skizofrenia tidak dapat mengontrol pikiran serta 
perilakunya sendiri, sehingga mereka dapat menimbulkan kejahatan secara tidak 
sadar. Seperti contoh kasus yang terjadi di Kel. Liliba seorang pelaku penderita 
gangguan jiwa (skizofrenia) yakni RB (28th) yang melakukan penganiayaan 
terhadap warga sekitar dikarenakan penyakitnya kambuh dan mengakibatkan 
korban terluka. Setelah kejadian tersebut korban merasa dirugikan karena pelaku 
penderita skizofrenia tidak mendapatkan sanksi apapun dikarenakan adanya 
keterangan dari pemilik kos yang disertai dengan surat keterangan kontrol 
poliklinik, bahwasannya pelaku merupakan penderita gangguan jiwa (skizofrenia)
yang sedang menjalani perawatan di UPDT RSJ Naimata, Kupang. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor 
penyebab yang mendasari perilaku kekerasan pada pelaku gangguan jiwa 
skizofrenia dari sudut pandang kriminologi dan untuk mengetahui dan menjelaskan 
upaya penanganan yang dapat dilakukan terhadap pelaku kekerasan oleh orang 
dengan gangguan jiwa skizofrenia.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris, dengan pendekatan 
penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 faktor 
penyebab terjadinya perilaku pidana pada pelaku gangguan jiwa (skizofrenia), yang 
pertama adalah faktor internal yaitu faktor gejala penyakit, faktor biologis, dan 
faktor individu. Yang kedua adalah faktor eksternal yaitu faktor lingkungan dan 
sosial, faktor ekonomi dan faktor budaya. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan 
terhadap penderita skizofrenia dapat berupa upaya pre-emtif yaitu dengan 
melakukan sosialisasi dan penyuluhan, upaya preventif yaitu dengan memberikan 
obat-obatan, rehabilitasi berupa terapi dan penyuluhan, serta upaya represif yang 
dilakukan oleh pihak kepolisian berupa penangkapan dan pengasingan dengan tetap 
memperhatikan Pasal 44 KUHP dalam pemidanaannya.
Perlu adanya peningkatan terhadap layanan kesehatan yang memadai 
kepada penderita skizofrenia di berbagai daerah secara merata serta memperkuat 
kerjasama antara layanan kesehatan, pemerintah, kepolisian dan juga masyarakat 
untuk mengadakan sosialisasi yang merata di tiap daerah juga bertujuan untuk 
menjangkau individu dengan skizofrenia yang berisiko tinggi di daerah-daerah 
terpencil sekalipun.
Kata kunci: Kriminologi; Pelaku Kejahatan; Skizofrenia.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010094]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250709]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Rad P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34471]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-24 21:16:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-25 15:14:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>