<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34581">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Pendapatan Usahatani Bawang Merah Di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang (Studi Kasus Dusun Batulesa)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ESTON LAKBANU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PAULUS UN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yakobus C. W. Siubelan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Paulus Un</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>ERNANTJE HENDRIK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yacobus C W Siubelan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 83 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Indonesia sebagai negara berkembang memiliki kekayaan sumberdaya alam yang besar, dan sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Pembangunan sektor pertanian sangat penting dalam pemerataan pembangunan, terutama di pedesaan. Salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi adalah bawang merah, yang memiliki berbagai kegunaan, baik sebagai bumbu masak maupun bahan obat tradisional. Dusun Batulesa di Desa Sumlili merupakan wilayah potensial penghasil bawang merah. Meski produktivitas tinggi, petani masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, mahalnya input pertanian, serangan Hama, dan infrastruktur yang belum memadai. Namun, dengan adanya dukungan dari pemodal besar, produksi tetap berjalan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji strategi pemasaran yang tepat guna meningkatkan pendapatan petani bawang merah di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dan menghitung besarnya pendapatan usahatani bawang merah di Dusun Batulesa, Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
 Metode dasar penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Sebanyak 38 petani dijadikan petani responden dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman strategi pemasaran, serta analisis pendapatan usahatani. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran bawang merah berada pada kuadran I (strategi agresif), yang berarti petani memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimaksimalkan. Kekuatan meliputi kepemilikan lahan dan produktivitas tinggi, sedangkan kelemahannya adalah keterbatasan modal dan biaya produksi yang tinggi. Peluang yang ada di antaranya adalah tingginya permintaan pasar, sedangkan ancamannya meliputi persaingan pasar dan infrastruktur yang kurang memadai. Rata-rata pendapatan petani per musim tanam mencapai Rp 6.191.368 per hektar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan dukungan pemerintah dalam hal permodalan, infrastruktur, dan pelatihan pemasaran guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani bawang merah.
Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Pendapatan, Usahatani Bawang Merah, Analisis SWOT, Dusun Batulesa.</note>
<classification><![CDATA[542.01]]></classification><ministry><![CDATA[54201]]></ministry><studentID><![CDATA[2104020118]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250630]]></identifier><departementID><![CDATA[Agribisnis]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.01 LAK S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-agribisnis1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34581]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-25 16:27:31]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-28 11:21:14]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>