<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34611">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PEMBERIAN PIDANA DENDA SEBAGAI PIDANA YANG DAPAT  DISUBSIDERKAN DALAM PERKARA TINDAK PIDANA  KORUPSI DI TINJAU DARI ASPEK TUJUAN PEMIDANAAN ( STUDI PUTUSAN NOMOR57&#47;PID.SUS- TPK&#47;2023&#47;PN KPG)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yanuarius Maria Gole Duan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Orpa G. Manuain, S.H., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa G. Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tindak pidana korupsi adalah suatu kejahatan yang masuk kedalam golongan tindak 
pidana khusus dan biasa disebut juga kejahatan luar biasa. Penelitian ini bertujuan
(1) untuk mengetahui, menjelaskan, dan mengkritisi pemberian pidana denda 
sebagai pidana yang dapat disubsiderkan dalam perkara tindak pidana korupsi pada 
putusan Nomor 57/pid.Sus-TPK/2023/PN sudah sesuai dengan tujuan pemidanaan 
dan (2) untuk mengetahui, menganalisis, serta mengkaji tentang pengaturan pidana 
denda bagi pelaku tindak pidana korupsi dalam aturan hukum yang akan datang. 
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, dengan 
menggunakan metode pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Aspek 
yang diteliti adalah kesesuaian antara pemberian pidana denda bagi Pelaku Korupsi 
dengan tujuan pemidanaan pada teori gabungan dan penerapan dendanya dimasa 
depan. Lokasi penelitian dilakukan di UPT Perpuastakaan Universitas Nusa 
Cendana, dimana bahan hukumnya dikumpulkan dengan menggunakan metode 
pendekatan bola salju dan setelahnya dianalisis menggunakan teknik analisis 
preskriptif.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) pemberian pidana denda sebagai 
pidana yang dapat disubsiderkan dalam perkara tindak pidana korupsi pada putusan 
Nomor 57/pid.Sus-TPK/2023/PN Kpg belum sesuai dengan apa yang diharapkan 
dari tujuan pemidanaan pada teori absout-telatif (2) karena permasalahannya 
terdapat pada pidana penggantinya maka terdapat dua pertimbangan yaitu 
mengubah pidana pengganti pidana denda yang semulanya adalah pidana kurungan 
menjadi pidana penjara dan Memberikan pengelompokan lama waktu pidana 
penjara sebagai pengganti pidana denda menjadi beberapa kategori-kategori 
berdasarkan jumlah denda yang dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana korupsi.
Saran-saran yang bisa peneliti sampaikan adalah (1) merevisi undang-undang 
tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan menambahkan aturan tentang 
pidana ( 2) aturan yang dibuat haruslah tegas sesuai tujuan pemidanaan pada teori 
absolut-relatif
Kata Kunci : korupsi, pidana pengganti/ subsider, denda, teori absolut, teori relatif, 
teori absolut-relatif</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010459]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250704]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Dua P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34611]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-28 10:46:08]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-29 14:18:16]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>