<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34670">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM KASASI DALAM  MENGADILI TERDAKWA KASUS PENYERTAAN MELAKUKAN PEMBUNUHAN  YANG DI PUTUS BEBAS OLEH HAKIM PENGADILAN NEGERI KUPANG (STUDI PUTUSAN NOMOR 143 &#47;PID.B &#47;2018 &#47;PN.KPG DAN PUTUSAN  MAHKAMAH AGUNG NOMOR 638 K&#47;PID&#47;2019)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSSALYN APRIANA PELT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BHISA VITUS WILHELMUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Bhisa Vitus Wilhelmus, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penyertaan dalam tindak pidana sering kali menimbulkan tantangan dalam proses 
pembuktian dan pertanggungjawaban pidana terhadap para pelaku. Salah satu kasusnya 
adalah pembunuhan terhadap Paulus Nafi, di mana terdakwa Marthen Jacob Dillak 
dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Kupang, namun kemudian dinyatakan bersalah 
oleh Mahkamah Agung dalam Putusan Kasasi. Rumusan masalah yang dibahas dalam 
penelitian ini adalah: (1) Apakah pembuktian Penuntut Umum telah sesuai untuk 
membuktikan kesalahan terdakwa dalam Penuntutan pada Putusan Nomor: 
143/Pid.B/2018/PN.KPG, (2) Apakah yang menjadi dasar pertimbangan Hakim Pengadilan 
Negeri Kupang menjatuhkan putusan bebas kepada terdakwa pada Putusan Nomor: 
143/Pid.B/2018/PN.KPG dan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan 
kepada terdakwa pada Putusan Nomor 638 K/Pid/2019.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif atau disebut sebagai penelitian 
kepustakaan atau studi dokumen. Penelitian hukum normatif ini difokuskan pada analisis 
terhadap peraturan perundang-undangan yang tertulis, serta bahan-bahan hukum lainnya
seperti doktrin, yurisprudensi, dan asas-asas hukum. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penuntut Umum menggunakan keterangan 
saksi sebagai dasar tuduhan penyertaan terhadap terdakwa berdasarkan Pasal 338 KUHP jo 
Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang menjelaskan dugaan keturutsertaan terdakwa, meskipun 
keterangan saksi kunci mengalami perubahan dan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan 
keterlibatan langsung, terdakwa tetap dituntut pidana penjara 11 (sebelas) tahun, (2) Hakim 
Pengadilan Negeri Kupang mempertimbangkan tidak terpenuhinya dua alat bukti yang sah 
dan tidak adanya keyakinan hakim yang cukup terhadap keterlibatan terdakwa, sehingga 
memutus untuk membebaskan terdakwa, sebaliknya, Mahkamah Agung dalam tingkat 
kasasi menilai bahwa keterangan saksi-saksi bersesuaian satu sama lain dan cukup kuat 
untuk menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah turut serta dalam pembunuhan, 
sehingga membatalkan putusan bebas dan menjatuhkan pidana penjara 10 (sepuluh) tahun 
kepada terdakwa.
Perbedaan putusan antara pengadilan tingkat pertama dan Mahkamah Agung 
terletak pada penilaian kekuatan alat bukti, khususnya keterangan saksi, dalam 
membuktikan unsur penyertaan dalam pembunuhan. Hal ini menunjukkan pentingnya 
konsistensi dan kualitas alat bukti dalam proses pembuktian pidana guna menjamin 
tercapainya keadilan dan kepastian hukum.
Kata Kunci: Pembuktian, Pertimbangan Hakim, Putusan Bebas, Penyertaan, Kasasi.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010260]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250718]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Pel T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34670]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-29 18:12:10]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-30 13:46:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>