<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34706">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Ritual Mei Nawa Pada Masyarakat Ile Ape Pulau Lembata Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Laurensius Berindisi Primatyas Bala Lewar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Drs. Djakariah, M.Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Flafius Selfianus Rato</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[3]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Universitas Nusa Cendana]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVII + 95]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Laurensius B. P. Bala Lewar Nim: 2101090109, menulis hasil dengan judul Ritual
Mei Nawa Pada Masyarakat Ile Ape Pulau Lembata, masalah dalam penelitian ini
adalah banyak kaum muda di Desa Lamawara tidak mengetahui proses arti, tujuan,
makna dan nilai yang terkandung dalam rituak Mei Nawa. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual Mei Nawa pada
masyarakat Desa Lamawara dan juga untuk mengetahui presepsi masyarakat
tentang nilai dan makna ritual Mei Nawa pada masyarakat Desa Lamawara. Lokasi
dalam penelitian ini di Desa Lamawara Kabupaten Lembata Kecamatan Ile Ape.
Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara Snowball Sampling. Sumber
data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan
data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumen.
Teknik analisis data yang dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitin
ini menunjukan bahwa: 1. Proses pelaksanaan ritual Mei Nawa dilakukan dengan
beberapa tahapan: a). Tahapan persiapan. Pada tahapan pesiapan ini baik pihak
Hurit (Pelaku) dan juga pihak Rogan (Korban) terlebih dahulu menyiapkan alat dan
bahan yang dibutuhkan guna menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan
ritual, sehingga tujuan perdamaian dan harmoni dapat tercapai. b). Tahapan
pelaksanaan. Pada tahapan pelaksaan ini ada beberapa rangkaian ritual yang harus
dilewati yakni: ritual adat untuk pihak Hurit (Pelaku), ritual adat untuk pihak Rogan
(Korban), Hoko Mei (Pengambilan Darah), dan Tapan Holo (Perdamaian) yang
merupakan ahkir dari rangkaian ritual Mei Nawa. 2. Persepsi masyarakat tentang
nilai dan makna ritual Mei Nawa mencakup dari berbagai informan yang mengerti
betul terkait dengan ritual Mei Nawa yakni Tua adat, Tuan tanah, Toko masyarakat
dan juga masyarakat biasa. Ritual Mei Nawa di masyarakat Lamawara dipandang
sebagai sebuah ritual yang sarat akan makna dan nilai-nilai sakral. Dalam persepsi
masayarakat Lamawara, ritual ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi
merupakan manifestasi dari kebersamaan dan keutuhan komunitas. Nilai yang
terdapat dalam ritual Mei Nawa adalah Nilai Religius, Nilai Etika dan Moral, Nilai
Kebersamaan. Makna yang terkandung dalam ritual Mei Nawa adalah Makna
Spiritual, Makna Sosial dan juga Makna Pelaksanaan Ritual Mei Nawa makna ini
memberikan arti yang sangat mendalam dan memiliki maksud yang ingin
disampaikan kepada semua pihak dalam proses pelaksanaan ritual Mei Nawa
Kata Kunci : Ritual, Persepsi Nilai, dan Makna</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[2101090109]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250514]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[0]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Lew R]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="36068" url="" path="/87201 - 2101090109 - S1 - 2025 - SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Ritual Mei Nawa Pada Masyarakat Ile Ape Pulau Lembata Nusa Tenggara Timur]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34706]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-30 20:39:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-07-30 20:39:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>