<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34720">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TANGGUNG JAWAB ORANG TUA ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR  MENURUT HUKUM PERDATA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tiara Gracela Nunuhitu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Chatryen M Dju Bire</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yossie M Y Jacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa J NUbatonis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yossie M Y Jacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Chatryen M Dju Bire</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab orang tua atas 
perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh anak di bawah umur dalam 
perspektif hukum perdata. Berdasarkan pasal 1367 Kitab Undang-Undang Hukum 
Perdata (KUH Perdata), orang tua bertanggung jawab atas tindakan anak yang 
masih di bawah umur, kecuali jika dapat membuktikan bahwa mereka telah 
memberikan pengawasan yang cukup untuk mencegah perbuatan tersebut. Prinsip 
ini berlandaskan konsep vicarious liability, yang mengalihkan 
pertanggungjawaban hukum dari anak kepada orang tua atau yang bertanggung 
jawab atas pengasuhan dan pembinaan anak. Kasus nyata perbuatan melawan 
hukum merugikan orang lain yang sudah terjadi pada tahun 2022 di Kota Kupang 
ialah memukuli orang. Pelaku merupakan anak di bawah umur. Penyelesaian 
kasus dengan menggunakan jalur non litigasi karena menyelesaikan di luar 
Pengadilan dengan cara mengganti rugi dan perdamaian. Metode penelitian yang 
digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-
undangan dan konseptual. Sumber bahan hukum diperoleh melalui studi 
kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus perbuatan 
melawan hukum yang dilakukan oleh anak di bawah umur, orang tua dapat 
dimintai pertanggungjawaban secara perdata dalam bentuk ganti rugi kepada 
korban. Namun, dalam praktiknya, mekanisme penyelesaian sengketa lebih sering 
dilakukan melalui pendekatan non-litigasi seperti musyawarah dan mediasi guna 
menghindari dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Penelitian 
ini juga menemukan bahwa meskipun hukum perdata Indonesia mengatur 
tanggung jawab orang tua, masih terdapat tantangan dalam pembuktian 
pengawasan yang cukup serta dalam memastikan keseimbangan antara 
perlindungan hak korban dan kepentingan terbaik anak. Oleh karena itu, 
penelitian ini merekomendasikan adanya regulasi yang lebih jelas mengenai 
standar pengawasan orang tua serta penguatan mekanisme penyelesaian sengketa 
berbasis keadilan restoratif. Hal ini penting untuk menciptakan sistem hukum 
yang tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi korban, tetapi juga tetap 
memperhatikan hak-hak anak sebagai individu yang masih dalam tahap 
perkembangan.
Kata Kunci: Tanggung Jawab Orang Tua; Perbuatan Melawan Hukum;
Anak Di Bawah Umur.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010452]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250718]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Nun T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="36084" url="" path="/74201-S1-2102010452-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[TANGGUNG JAWAB ORANG TUA ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR  MENURUT HUKUM PERDATA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Huk_Perdata-4.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34720]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-01 03:44:08]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-01 03:44:08]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>