<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34730">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENEGAKAN HUKUM PERIZINAN MEBEL DI KOTA KUPANG BERDASARKAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MAYA NIKITA KIKIH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Norani Asnawi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Detji K E R Nuban</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes Tuan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Norani Asnawi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Detji K E R Nuban</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perizinan merupakan instrumen yang paling lazim digunakan dalam hukum 
administrasi, olehkarenanya pemerintah menggunakan perizinan sebagai alat 
hukum untuk mengatur dan mengarahkan perilaku warga negara sesuai dengan 
ketentuan yang berlaku. Namun, di Kota Kupang meskipun beberapa pengusaha 
telah memenuhi persyaratan, sebagian besar masih belum memiliki izin resmi. 
Variasi tingkat kepemilikan izin di setiap kelurahan di Kota Kupang menunjukkan 
perlunya pengawasan dan penegakan hukum yang lebih efektif terhadap perizinan 
usaha mebel, oleh karena itu perumusan masalah dalam penelitian ini
bagaimanakah pengawasan pemerintah dan penegakan hukum terhadap perizinan 
mebel di kota kupang dan apakah faktor-faktor penghambat penegakan hukum 
dalam perizinan mebel di Kota Kupang. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian
Yuridis Empiris yakni mengkaji dan menganalisis data yang diperoleh dari lokasi
penelitian. Adapun Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 
pendekatan Kasus dan pendekatan Perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 
tentang Cipta Kerja mengubah mekanisme perizinan usaha mebel di Kota Kupang 
menjadi berbasis sistem Online Single Submission (OSS). Pengawasan dilakukan 
oleh Disperindag, DPMPTSP, dan Satpol PP dengan tugas berbeda. Disperindag 
membina usaha mikro dan kecil (UMK), DPMPTSP mengurus usaha menengah ke 
atas (non-UMK), sementara Satpol PP menegakkan Perda secara persuasif dan 
mengarahkan pelaku usaha tanpa izin ke DPMPTSP. Penegakan hukum dalam 
perizinan mebel menghadapi berbagai hambatan yang sesuai dengan teori Soerjono 
Soekanto, meliputi aspek hukum, penegak hukum, sarana pendukung, peran 
masyarakat, dan budaya.
Saran dari penelitian ini yaitu perlu diperkuat penerapan sanksi administratif 
sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Pemerintah Kota 
Kupang harus lebih aktif mengawasi tanpa menunggu pengaduan dan menindak 
tegas pelanggar. Sosialisasi mengenai kewajiban perizinan juga penting dilakukan 
melalui pelatihan dan perbaikan sistem administrasi. Selain itu, diperlukan regulasi 
di Kota kupang yang spesifik sesuai kondisi lokal, edukasi literasi digital bagi 
pelaku usaha untuk memudahkan akses OSS, serta peningkatan kapasitas SDM di 
instansi terkait melalui pelatihan dan perbaikan budaya pelayanan yang lebih 
responsif dan efisien.
Kata Kunci: Perizinan Mebel, Kota Kupang, Hukum Administrasi Negara</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902020024]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250723]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Kik P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Tata_negara-6.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34730]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-01 14:18:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-04 11:01:11]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>