<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3482">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Peran Usif (Raja) Sebagai Kontrol Sosial Dalam Mempertahankan Nilai Budaya Masyarakat Adat Boti Di Pulau Timor]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hotlif A. Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Laporan Penelitian]]></form>
<extent><![CDATA[ii + 36 hlmn]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dampak globalisasi dan perkembangan teknologi tidak saja berimplikasi secara 
ekonomi, tetapi juga mempunyai dampak yang besar terhadap budaya. Dampak 
globalisasi terhadap budaya menyebabkan dua hal yakni, ada budaya yang tereduksi 
atau berubah dan ada budaya yang masih tetap bertahan. Banyak manfaat dan 
kemudahan yang diperoleh dari perkembangan teknologi, akan tetapi banyak pula 
dampak negatifnya yakni salah satu diantaranya adalah lunturnya nilai budaya lokal. 
Sementara nilai budaya mengandung nilai-nilai yang sangat bermanfaat bagi 
masyarakat, seperti nilai religius, nilai moral, gotong-royong, toleransi dan khususnya 
nilai kebangsaan. Selain itu, budaya lokal mengandung makna identitas. Tanpa adanya 
identitas, eksistensi kolektif sebuah daerah akan sulit diakui. Salah satu komunitas 
masyarakat yang menyadari pentingnya eksistensi budaya lokal dan masih 
mempertahankan identitas budayanya adalah masyarakat adat Boti. Walaupun begitu 
kuat pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi, masyarakat Boti sama sekali 
tidak terpengaruh. Mereka tetap menjaga dan memelihara budayanya. Oleh karena itu, 
penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran usif dalam mempertahankan budayanya. 
Penelitian ini secara umum menggunakan metode penelitian deskriptifkualitatif, sesuai dengan tujuan dari penelitian yang telah ditetapkan. Pendekatan yang 
digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, karena merupakan hal yang 
spesifik. Data yang dibutuhkan menyangkut informasi terkait proses sosialisasi nilai 
adat, praktek ritual, peran lembaga adat dan peran pemimpin adat. Teknik
pengumpulan data yang dipakai meliputi wawancara dan observasi. Sedangkan 
teknik analisa data menggunakan model analisis interaktif, yang terdiri atas tiga alur 
yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan 
kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification). Karena hasil yang ingin 
dicapai adalah upaya apa saja yang dilakukan oleh pemimpin adat dalam 
mempertahankan nilai budayanya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan masyarakat adat Boti 
mempertahankan nilai budaya halaika karena nilai budaya tersebut masih sangat 
fungsional bagi mereka. Dalam menjalankan perannya usif melakukan berbagai 
aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan warganya yakni sebagai penguasa 
wilayah dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, menentukan arah dan kebijakan 
pembangunan, memimpin upacara ritual dan dapat menyelesaikan persoalan 
masyarakatnya dengan pendekatan humanis. Pengawasan usif terhadap warganya 
dilakukan dengan menggunakan pendekatan budaya secara persuasif dan dilakukan 
secara intensif sehingga tertanam dalam alam bawa sadar masyarakat, dengan 
demikian masyarakat merasa bahwa nilai budaya yang mereka anut merupakan 
identitas yang harus dipertahankan.

Kata Kunci: Pemimpin adat, Ketahanan sosial budaya</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[19771124200501 1 002]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20171024]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 NOP P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4863" url="" path="/LAP-FISIP-19771124200501 1 002-8.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Peran Usif (Raja) Sebagai Kontrol Sosial Dalam Mempertahankan Nilai Budaya Masyarakat Adat Boti Di Pulau Timor]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[img314.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3482]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-11-25 13:00:41]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-11-25 13:03:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>