<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34863">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KONTRIBUSI BUDAYA REBA DALAM MEMPERKUAT INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT DESA PAUPAGA, KECAMATAN INERIE, KABUPATEN NGADA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Antonia Wula</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Hotlif A. Nope, MA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jeni Matelda Ataupah, S.Sos, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Drs. Blajan Konradus, MA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVI + 102]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini berjudul "Kontribusi Budaya Reba dalam Memperkuat Integrasi Sosial Masyarakat Desa Paupaga, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya Reba sebagai tradisi adat masyarakat Ngada berkontribusi dalam memperkuat integrasi sosial di Desa Paupaga. Budaya Reba merupakan ritual adat tahunan yang tidak hanya bermakna sebagai penghormatan kepada leluhur dan ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga sebagai media penguat ikatan sosial di tengah perubahan sosial dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan 10 informan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling (terdiri dari 2 tokoh adat dan 8 masyarakat) studi literatur, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori jaringan sosial dari Mark Granovetter menjadi landasan analisis, dengan fokus pada pentingnya ikatan kuat dan lemah dalam membangun integrasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya Reba mampu memperkuat integrasi sosial di antara anggota masyarakat, baik yang tinggal di desa maupun yang merantau, melalui mekanisme partisipasi dalam bentuk kehadiran fisik maupun kontribusi finansial. Upacara ini juga memperkuat nilai solidaritas, gotong-royong, serta kesetiaan terhadap tradisi dan norma sosial yang diwariskan secara turun- temurun. Reba sebagai mekanisme penyelesaian konflik dalam bentuk mediasi menjadi landasan penting dalam menyatukan individu maupun kelompok yang berseteru. Budaya Reba berfungsi sebagai perekat sosial yang menjaga keharmonisan dan stabilitas masyarakat, serta sebagai arena transmisi nilai-nilai budaya antar generasi. Meskipun arus modernisasi dan urbanisasi membawa tantangan tersendiri, budaya Reba tetap berhasil menjadi simbol identitas kolektif masyarakat Desa Paupaga dan memainkan peran strategis dalam mempertahankan integrasi sosial. Dengan demikian, budaya Reba bukan hanya sekadar upacara ritual, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen sosial yang efektif dalam membangun dan mempertahankan kohesi sosial masyarakat Desa Paupaga. Penelitian ini memperkaya kajian budaya lokal dengan mengungkap kontribusi spesifik tradisi Reba terhadap integrasi sosial masyarakat, serta menjadi rujukan penting bagi pelestarian budaya Reba.
Kata Kunci: Budaya Reba, Masyarakat Desa Paupaga, Integrasi Sosial, Jaringan Sosial</note>
<classification><![CDATA[69201]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[2103030049]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250624]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[69201 Wul K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="36233" url="" path="/SKRIPSI-MARIA ANTONIA WULA.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[KONTRIBUSI BUDAYA REBA DALAM MEMPERKUAT INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT DESA PAUPAGA, KECAMATAN INERIE, KABUPATEN NGADA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[contoh-cover-buku-ajar.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[34863]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-26 12:29:19]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-26 12:29:32]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>