<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35160">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS PENERAPAN PASAL 372 JO PASAL 64 AYAT (1) KUHP  DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN UANG (Studi Putusan Nomor 74&#47;Pid.B&#47;2024&#47;PN Kpg)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ASSCENTIA PRISCHILA MBAO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BHISA VITUS WILHELMUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Bhisa Vitus Wilhelmus, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan secara berulang menjadi salah satu
masalah yang memerlukan perhatian khusus dalam sistem hukum pidana di Indonesia.
Sistem hukum pidana Indonesia mengatur tindak pidana pencurian melalui Pasal 372 jo 
Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dalam Putusan 
Pengadilan Negeri Kupang Nomor 74/Pid.B/ 2024/PN Kpg terhadap terdakwa Yublina 
Risa Nau, yang terbukti melakukan tindak pidana penggelapan secara berulang di tempat 
kerjanya, Toko Oto Style.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketepatan penerapan norma hukum pidana 
terhadap fakta-fakta konkret yang terungkap di persidangan serta menganalisis 
pertimbangan hakim baik dari aspek yuridis maupun non-yuridis dalam menjatuhkan 
putusan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan sumber 
data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-
undangan, doktrin, dan putusan pengadilan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun majelis hakim secara formil telah 
menerapkan Pasal 372 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan mengkualifikasikan perbuatan 
terdakwa sebagai perbuatan berlanjut (voortgezette handeling), pendekatan ini tidak 
sepenuhnya tepat. Karena, Hakim telah mengabaikan unsur spesifik yang terkandung 
dalam Pasal 374, yaitu “Dilakukan karena adanya hubungan kerja atau karena mendapat 
upah untuk itu”. Penggunaan Pasal 372 yang merupakan delik umum berpotensi 
menyebabkan putusan yang tidak mencerminkan beratnya perbuatan dan mengabaikan 
nilai kerugian serta kepercayaan yang dikhianati. Dalam putusan hakim, menunjukan 
bahwa terdapat ketidakseimbangan antara beratnya kerugian finansial yang diderita 
korban dengan ringannya hukuman yang dijatuhkan. Putusan ini dapat dianggap 
melemahkan efek jera dan menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap sistem 
peradilan.
Penelitian ini juga menyoroti perlunya hakim untuk mempertimbangkan secara 
lebih komprehensif faktor-faktor seperti besarnya kerugian dan dampak sosial dari 
kejahatan tersebut, Agar putusan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga 
mencerminkan kepastian, keadilan dan kemanfaatan hukum.
Kata Kunci : Penggelapan, Perbuatan Berlanjut, Penerapan dan 
Pertimbangan Hakim dalam Tindak Pidana Penggelapan.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010123]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250619]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Mba A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="36505" url="" path="/74201-S1-2102010123-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS PENERAPAN PASAL 372 JO PASAL 64 AYAT (1) KUHP  DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN UANG (Studi Putusan Nomor 74/Pid.B/2024/PN Kpg)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[35160]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-10-15 08:47:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-10-15 08:47:30]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>