<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35635">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perancangan Gedung Kesenian Di Mbay Kabupaten Nagekeo Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CLAUDIUS ALPINI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES WILHELMUS DOMINIKUS KAPILAWI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Debri A. Amabi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ariency Kale Ada Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debri A. Amabi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 101 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kabupaten Nagekeo terbentuk sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2007. Kabupaten ini kemudian diresmikan pada 22 Mei 2007 dan menetapkan daerah Mbay sebagai ibu kota. Terdapat beberapa potensi kebudayaan yang terdapat di Kabupaten Nagekeo, seperti tinju adat, kain tenun, rumah adat, dan juga tarian dan musik. Potensi-potensi yang ada di Kabupaten Nagekeo ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Di Kabupaten Nagekeo juga sering diadakan festival kebudayaan seperti perlombaan menari dan juga musik. Festifal yang digelar setiap tahun oleh Pemerintahan Kabupaten Nagekeo seperti : Ritual Kaijo dari Komunitas Adat Mbay Dhawe, Tinju adat yang disebut "Etu, Pentas seni suara dan tari-tarian, Perlombaan bertema literasi budaya. Akan tetapi kegiatan-kegiatan tersebut masih dilakukan di area terbuka seperti lapangan terbuka. Dengan adanya potensi-potensi kebudayaan Nagekeo dan juga tidak adanya fasilitas yang menunjang kegiatan-kegiatan kebudayaan tersebut, maka penulis berinisiatif untuk merancang Gedung Kesenian di Mbay Kabupaten Nagekeo sehingga dapat mewadahi kegiatan-kegiatan kebudayaan tersebut.
Pendekatan Arsitektur Kontemporer adalah pendekatan desain arsitektur yang mencerminkan zaman dan konteks sosial saat ini. Perancangan Gedung Kesenian ini akan terlihat tidak membosankan, karena pendekatan ini menekankan pada pembaruan desain dan ekspresi kreatif dengan menggunakan ide, teknologi dan gaya yang baru dan inovatif. Merencanakan Gedung Kesenian yang dapat mewadahi kegiatan generasi muda dalam mengembangkan kesenian dan juga kebudayaan di Kabupaten Nagekeo, dan merancang Gedung Kesenian dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur Kontemporer pada bangunan. Perancangan Gedung Kesenian di Mbay Kabupaten Nagekeo dengan pendekatan arsitektur kontemporer merupakan Langkah strategis untuk memfasilitasi potensi – potensi yang ada di kabupaten Nagekeo yang rutin dilakukan setiap tahunnya, seperti tinju adat, kain tenun, dan juga tarian dan musik. Secara keseluruhan, perancangan ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kebudayaan di Kabupaten Nagekeo, sehingga dengan potensi-potensi yang ada di kabupaten nagekeo bisa terus dilestarikan dan diwariskan kepada Masyarakat kabupaten Nagekeo.

Kata Kunci: Kesenian, Kontemporer</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1806090031]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250602]]></identifier><departementID><![CDATA[Arsitektur]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 Alp P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Arsitektur.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[35635]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-10-31 11:15:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-11-07 11:55:10]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>