<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35799">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA TERHADAP DATA PRIBADI  PENGGUNA APLIKASI VIRTUAL DI INDONESIA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SANIA KARLINA MARLIANI ULLE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JIMMY PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 46 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mendorong masyarakat 
untuk menggunakan berbagai aplikasi virtual, seperti media sosial, e-commerce, hingga 
layanan perbankan digital. Namun, semakin banyaknya aktivitas digital juga 
meningkatkan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi pengguna. Banyak 
kasus menunjukkan bahwa data pribadi sering dipakai untuk tindak pidana seperti 
penipuan, pemerasan, hingga penyebaran informasi ilegal. Kondisi ini menandakan 
masih lemahnya sistem keamanan siber dan belum optimalnya perlindungan hukum 
pidana terhadap data pribadi di Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini (1) 
Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap data pribadi pengguna aplikasi virtual di 
Indonesia? (2) Bagaimanakah pertanggungjawaban hukum normatif oleh penyedia 
layanan terhadap kebocoran data pribadi pengguna aplikasi virtual di Indonesia?
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian hukum 
normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan 
konseptual (conceptual approach). Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer, 
sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif normatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: perlindungan hukum pidana terhadap 
data pribadi pengguna aplikasi virtual terbagi menjadi dua, yaitu preventif dan represif. 
Perlindungan preventif diberikan melalui kewajiban penyedia layanan untuk menjaga 
keamanan sistem, memperoleh persetujuan atas pengumpulan data, serta menerapkan 
prinsip kehati-hatian dalam pemrosesan data pribadi seperti tercantum dalam beberapa 
pasal UU PDP dan Peraturan Menteri Nomor 20 tahun 2016 tentang Perlindungan Data 
Pribadi dalam Sistem Elektronik. Sementara itu, perlindungan represif diwujudkan 
melalui pengaturan sanksi pidana terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran 
terhadap data pribadi, sebagaimana tercantum dalam UU PDP, UU ITE dan KUHP. 
Sedangkan tanggung jawab penyedia layanan aplikasi virtual terhadap kebocoran data 
pribadi pengguna mencakup tanggung jawab teknis, administratif, dan informasional. 
Selain itu, penyedia layanan juga dapat dikenai tanggung jawab hukum berupa sanksi 
administratif, perdata, dan pidana apabila terbukti melakukan pelanggaran terhadap 
ketentuan perlindungan data pribadi.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Data Pribadi, Aplikasi Virtual, Hukum Pidana.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010079]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20251010]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Ull P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="36995" url="" path="/74201-S1-2102010079-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA TERHADAP DATA PRIBADI  PENGGUNA APLIKASI VIRTUAL DI INDONESIA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Huk_Perdata-4.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[35799]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-11-06 18:14:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-11-06 18:23:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>