<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35802">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perancangan Kantor Dprd Kabupaten Flores Timur Di Kota Larantuka Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FELIX ASARIO LEKI BETAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES WILHELMUS DOMINIKUS KAPILAWI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Imanuel N Mbake</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aplimon Jerobisonif</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Imanuel N Mbake</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[x + 83 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Gedung  DPRD  merupakan  wadah  yang  digunakan  para  wakil  rakyat  untuk menyalurkan  aspirasi  –  aspirasi  rakyat.  Dalam  menjalankan  tugas  –  tugasnya  sebagai wakil  rakyat,  tentu  ada  banyak  hal  yang  dibutuhkan  dalam  mendukung  tugas  –  tugas tersebut, seperti sarana dan prasarana gedung kantor yang memadai.
Dalam  menyediakan  sarana  dan  prasarana  memadai,  tentu  harus  dilihat  dari  latar belakang  masalah  kantor  DPRD  saat  ini  seperti  gedung    DPRD    saat  ini  merupakan bangunan lama yang tidak lagi memadai  untuk menampung jumlah anggota DPRD  yang terus meningkat. Melalui studi literatur dan analisis kondisi eksisting, muncul ide desain  untuk menciptakan ruang yang fungsional dan estetis, serta mampu menciptakan interaksi positif  antara  pengguna  dan  lingkungan.  Berdasarkan  identifikasi  permasalahan  ini, tujuan  dari  penelitian  yaitu  untuk  merancang  gedung  kantor  DPRD  yang  tidak  hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mencerminkan identitas budaya lokal Flores Timur.  
Dalam  penelitian  ini,  pendekatan  Arsitektur  Neo  Vernakular  dipilih  karena  dapat memadukan elemen-elemen tradisional dengan desain modern, sehingga  bangunan yang dirancang  tidak  hanya  menonjolkan  budaya  Flores  Timur  tetapi  juga  relevan  terhadap perkembangan  zaman.  Dalam  perancangan  ini,    diberikan  penekanan  pada  hubungan lanskap  elemen  kebudayaan  setempat,  serta  penggunaan  teknologi  dan  material  yang sesuai  dengan  iklim  tropis.  Adapun  konsep  utilitas  dan  struktur  menjadi  fokus  dalam desain,    dimana  ruang-ruang  yang  dirancang  menciptakan    interaksi  yang  baik    antar ruang. Analisis hubungan ruang dilakukan untuk menghasilkan tata letak yang efisien dan terorganisir, sehingga mendukung aktivitas para pengguna gedung.  
Dengan  demikian,  penelitian  ini  tidak  hanya  memberikan  solusi  yang  inovatif  dan relevan  untuk  kebutuhan  ruang  publik  di  kabupaten  Flores  Timur,  tetapi  juga  pada penguatan  identitas  budaya  melalui  arsitektur  dengan  berfokus  pada  aspek  teknis perancangan.  Hasil  dari  rancangan  ini  diharapkan  dapat  memberikan    kontribusi signifikan  terhadap  pengembangan  arsitektur  di  Kabupaten  Flores  Timur,  serta  menjadi referensi bagi proyek serupa di masa depan.

Kata Kunci : Kantor DPRD,  Neo – Vernakuler</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1806090030]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241203]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Sains dan Teknik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 BET P]]></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[35802]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-11-07 11:48:58]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-11-07 12:35:31]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>