<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3612">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Nilai - Nilai Ritual Adat Pasola Dalam Budaya Birokrasi Lokal Di Kabupaten Sumba Barat Daya  (Studi Kasus Di Desa Wainyapu Kecamatan Kodi Balaghar)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>TRIMURTI NOPLIANA MAWU ATE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PAULUS ND L T RATOEBANDJOE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DOMINIKUS FERNANDES</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Paulus Nd L T Ratoebandjoe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dominikus Fernandes</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Umbu Tay W Pariangu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 106 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai dan simbol-simbol yang digunakan dalam acara ritual adat pasola serta mengetahui nilai-nilai yang menonjol dan negara yang akan kaya akan budaya dan memiliki nilai-nilai filosofi hidup yang berbasis birokrasi lokal budaya salah satu kekayaan budaya masyarakat Indonesia adalah budaya pasola.Yang dimiliki oleh masyarakat Sumba Barat Daya.Ritual pasola merupakan salah satu permainan adu ketangkasan yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda yang saling berhadap-hadapan, kejar-mengejar seraya melepar lembing kayu kearah tubuh lawan.Pasola sebagai tradisi leluhur berupa ritual membbawah berkat, kesuburan tanah dan mempererat hubungan antara kabisu/suku dan nilai-nilai yang diajarkan melalui budaya birokrasi lokal menjadi identitas masyarakat sumba barat daya dan menjadi brand dalam pengembangan pariwisata daerah, serta media interaktif berbasisis lokal budaya pasola.
	Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilakukan di Desa Wainyapu Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya. Data dan sumber data di peroleh melalui wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus adat Pasola, Rato adat, Kepala dinas pariwisata, masyarakat adat, peserta Pasola dan Kepala Desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data atau meringkas data yang diperoleh, paparan data dan penarikan kesimpulan, kemudian menyajikan data  yang mempunyai hubungan dengan judul. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Ritual Adat Pasola masih dilestarikan oleh masyarakat Sumba hingga saat ini sebagai bentuk doadan permohonan untuk hasil panen yang melimpah hingga saat ini dan Pasola telah menjadi sebuah budaya yang harus dilestarikan. Adat Pasola yaitu mempersatukan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya agar lebih mempererat tali persaudaraan antara satu daerah dengan daerah lain tanpa adanya perbedaan yang mendasar satu sama laindan adat Pasola merupakan upacara penghormatan arwah leluhur yang telah mendahului kita yang telah mewariskan Adat Pasola, upacara adat ini di sebut marapu upacara ini bertujuan untuk meminta keberkahan dan restu dari sang pencipta supaya hasil panen memuaskan. 
Kata Kunci :Nilai, Ritual, Adat Pasola Budaya Lokal</note>
<classification><![CDATA[632.01]]></classification><ministry><![CDATA[63201]]></ministry><studentID><![CDATA[1734010009]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211008]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Administrasi Negara]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[632.01 Ate N]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5029" url="" path="/63201-1734010009-S1-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Nilai - Nilai Ritual Adat Pasola Dalam Budaya Birokrasi Lokal Di Kabupaten Sumba Barat Daya  (Studi Kasus Di Desa Wainyapu Kecamatan Kodi Balaghar)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER_SKRIPSI_ADM_NEGARA.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3612]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-10 16:32:58]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-10 21:08:40]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>