<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3898">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Dampak Budaya Woleka Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Di Desa Lete Loko Kecamatan Kodi Bangedokabupaten Sumba Barat Daya]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARLIN BANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Syamsuriady</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hildigardis M I Nahak</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Syamsuriady</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv-79 hlmn]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Budaya Woleka merupakan warisan dari nenek moyang sejak dahulu kala sampai saat ini masih tetap bertahan ditengah-tengah masyarakat Lete Loko.Masalah pokok dalam penelitian ini adalah dampak budaya  Woleka  terhadap pendidikan di Desa Lete Loko Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten Sumba Barat Daya. Informan dalam penelitian ini adalah 7 orang yaitu, tokoh adat 1 orang, tokoh pemerintah 1 orang dan tokoh masyarakat 5 orang. Dari 7 informan lebih fokus pada pelaksanaan woleka  dibandingkan dengan pendidikan anak, walaupun pendapatan masyarakat tergolong rendah namun dalam pelaksanaan adat woleka tersebut tetap dilaksanakan karena dianggap bersifat menuntut dan pelindung keluarga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme structural Emile Durkheim.Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode Deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwaDalam hal ini dimana masyarakat lebih mengutamakan budaya woleka, dibandingkan pendidikan pada anak.Selanjutnya ada dampak positif dan dampak negatif pada budaya woleka. Dampak positif budaya woleka adalah: 1. Terpeliharanya sikap solidaritas sosial 2. Terpeliharanya hubungan sosia, sedangkan dampak negatifnya adalah: 1. Pengorbanan material. 2. Aspek kebudayaan masyarakat. Kesimpulan Budaya Woleka menjadi warisan dari nenek moyang  atau leluhur yang selalu dilaksanakan setiap keluarga. Keikutsertaan dalam pesta adat ini dipercaya dapat terhindar dari malapetaka, mendapat berkat dari leluhur, diberi umur panjang dan meningkatkan hubungan sosial dengan sesama, Tradisi Woleka dalam pelaksanaannya butuh biaya untuk membeli hewan bagi yang tidak memelihara ternak dan beberapa keperluan lainnya yang harus dipersembahkan kepada Marapu. Keterlibatan masyarakat Lete Loko dalam budaya woleka juga menyebabkan anak putus sekolah karena biaya habis dipergunakan untuk pelaksanaan budaya woleka, sehingga pendidikan anak terabaikan.Saran Melalui penelitian ini menjadi referensi bagi masyarakat Lete Loko dalam rangka memaknai pelaksanaan budaya woleka berjalan sejajar dengan pentingnya pendidikan pada generasi sekarang. Bagi pemerintah setempat d agar dapat memfasilitasi masyarakat untuk hidup hemat dengan membatasi jumlah hewan yang dikurbankan khususnya pesta  Woleka atau ritual adat  melalui peraturan daerah. Dengan demikian sebagai biaya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan pembangunan ekonomi.Tradisi Woleka  memiliki implikasi positif dan negatif. Implikasi positif seperti terciptanya sikap solidaritas sosial, terpeliharanya hubungan kekerabatan, Sedangkan implikasi negatif seperti pengorbanan material,  terpaksa harus berhutang, tingkat pendidikan anak terabaikan dan penmbangunan ekonomi  terhambat.</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1634030008]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211227]]></identifier><departementID><![CDATA[sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5552" url="" path="/69201-S1-1634030008-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Dampak Budaya Woleka Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Di Desa Lete Loko Kecamatan Kodi Bangedokabupaten Sumba Barat Daya]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3898]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-14 17:24:47]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-17 06:32:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>